Hampir Baku Hantam Satpol PP Dengan Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya

Surabaya, Beritabangsa.com  Pedagang (PKL) di Jln. Genteng Sidomukti Surabaya, hampir ricuh saat razia yang dilakukan Petugas Satpol PP dan nyaris baku hantam dengan Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno.

Kericuhan dan Keributan terjadi saat Satpol PP akan melakukan eksekusi pedagang kaki lima (PKL) yang mau berjualan di Jln. Genteng Sidomukti Surabaya, tepatnya disamping Gedung Siola Surabaya, hari Senin (23/12/2019).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Gempur Rokok Ilegal, Satpol PP Sampang Bentuk Tim Satgas
banner 1920x1080

Kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno, Awal kejadian peristiwa itu, di latar belakangi salah satu anggota Satpol PP yang bersikap arogan pada PKL yang akan berjualan kembali pasca proyek pavingnisasi selesai.

“Pedagang (PKL) mau jualan kembali. Kan Aneh, setelah proyek pavingnisasi, kok malah di larang, “kata Anas Karno.

Karena sesuai hasil dari musyawarah saat hearing beberapa waktu yang lalu di Komisi B. Komisi B dengan PKL mufakat dan sepakat boleh berjualan kembali setelah proyek pavingnisasi selesai.

Berita Menarik Lainnya:  Putusan MK, Perusahaan Leasing Dilarang Merampas Kendaraan Secara Sepihak

Akhirnya pedagang (PKL) berjualan kembali berdagang, padahal pedagang sudah memetuhi sesuai kesepakatan. Dengan syarat berjualan pakai gerobak, tidak permanen, dan tidak menganggu pejalan kaki.

Anas Karwo Politisi asal PDI Perjuangan ini, akan memanggil kembali pedagang (PKL), masing-masing pihak untuk musyawarah kembali dan mendengar pendapat di Komisi B yang direncanakan dalam waktu dekat ini, mungkin setelah hari Raya Natal ini.

“Akan kami panggil kembali pedagang (PKL) dan Satpol PP untuk musyawarah lagi dengar pendapat dan kesepakatan di komisi B, “pungkas Anas Karwo.

Sebelumnya perlu diketahui, antara komisi B dengan pedagang (PKL) ada hasil hearing kesepakatan, hari Rabu (27/11/2019) lalu.

Berita Menarik Lainnya:  Camelia Habiba Minta Pemkot Mengevaluasi Anggaran Pembangunan Taman Balai Pemuda

Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah mengatakan, setelah pavingisasi para PKL diperbolehkan berdagang kembali dengan beberapa syarat.

Seperti gerobaknya tidak boleh permanen dan diberlakukan jam saat berjualan dan dibatasi mulai pukul 06:00 WIB sampai 18:00 WIB. Selain itu, lokasi harus bersih dan tidak mengganggu masyarakat setempat. Serta tidak mengganggu mobil pemadam kebakaran masuk sewaktu terjadi kebakaran. (HLL/Tim)

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *