Dugaan Korupsi Menyelimuti Pembangunan Gedung DPRD Surabaya, Kejaksaan Harus Turun

Foto: Gedung DPRD Surabaya yang belum kunjung selesai dan sebelah kanan aktivis pegiat hukum
Silahkan Share ke :

Surabaya, Beritabangsa.com – Pembangunan Gedung (baru) DPRD Kota Surabaya diperkirakan menelan dana yang cukup besar hingga lebih dari Rp37 miliar. Uang rakyat tersebut tersedot untuk pembangunan ‘rumah’ wakil rakyat yang hingga kini belum selesai.

Seharusnya, gedung baru DPRD Kota Surabaya ini sudah dapat digunakan awal ditahun 2020, tetapi, sangat disayangkan kantor megah ini kembali molor dan Hingga saat ini, gedung mewah dan megah tersebut belum juga bisa di serah terimakan.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Yayasan Khadijah Potong 50 Hewan Kurban, Satu dari Gubernur Khofifah
banner 1920x1080

Molornya kantor baru DPRD ini mendapat soroton dari banyak Aktifis pegiat Hukum dan anti korupsi jawa timur salah satunya adalah Zairudin, SH. MH

Sangat disayangkan dengan molornya pembangunan Kantor DPRD ini, kami mensinyalir ada dugaan permainan dalam pembangunan ini, sehinga kantor yang sudah saatnya di tempati untuk kepentingan wakil rakyat, tetapi tidak kunjung selesai dan belum tahu sampai kapan selesainya,” sesalnya. Minggu (5/1/2020)

Berita Menarik Lainnya:  Polisi Asemrowo Keler Pencoleng Grill Saluran Air

Oleh karenanya, Zairudin mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan segera mengirimkan surat kepada Dinas Cipta Karya Pemkot Surabaya.

Tujuan kami meminta adendum antara kontraktor dan pemkot, kami ingin tahu isi kontraknya yang merupakan bagian dari kepentingan Publik, kami menggunakan UU 14 th 2008 tentang Keterbukaan publik,” tandasnya kepada Beritabangsa.com

Berita Menarik Lainnya:  Ternyata Masjid Suropringgo 1750 Dirobohkan Belanda, Kini Jadi Tugu Pahlawan

Zairudin juga berharap kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur untuk turun langsung ke lapangan guna memeriksa molornya pembangunan Gedung DPRD Surabaya.

Besok kami akan mendatangi dan bersurat, ini bagian dari Dumas (aduan masyarakat) sehingga Kejati Jatim segera turun kelapangan untuk meninjau gedung yang terletak di Jl. Yos Sudarso,” pungkas mantan aktifis mahasiswa surabaya ini. (Red)

banner 600x310

Pos terkait