Aset Pemkab di Kabuh Jombang Diduga Diserobot Pengusaha, Kades dan Camat Geleng-geleng Kepala

Tampak bangunan yang menyerobot lahan milik Pemkab Jombang di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang
Tampak bangunan yang menyerobot lahan milik Pemkab Jombang di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Dugaan penyerobotan lahan terjadi di samping jalan raya Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Pantauan di lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang ini terdapat setengah pekerjaan bangunan tak dikenal.

Berdasarkan informasi yang didapat Beritabangsa.com, pengerjaan itu sudah lama dilakukan. Sementara oknum yang mendirikan bangunan diduga seorang pengusaha yang masih warga Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.

Bacaan Lainnya

“Sudah lama ini pengerjaannya, katanya sih milik pengusaha warga sini juga. Tapi tidak tau ya, kok bisa diizinkan atau dibiarkan sama Kepala Desa dengan Camatnya. Kenapa tidak langsung laporan kan begitu,” tutur singkat pria warga Jombang yang enggan disebutkan namanya kepada Beritabangsa.com pada Minggu (15/5/2022) siang.

Berita Menarik Lainnya:  Pakai Dana Swadaya dan CSR, Renovasi Pasar Bululawang Dimulai

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Karangpakis Joko Risdianto mengakui keberadaan bangunan tersebut. Namun demikian, pihaknya hanya ‘geleng-geleng kepala’ atau seakan bungkam saat disinggung oknum yang mendirikan bangunan tersebut.

“Iya kami sudah mengetahui, pada intinya pihak desa di sini tidak memberikan izin gitu saja. Keliatannya pengusaha (oknom yang membangun), belum tau pasti juga. Akan tetapi untuk pergerakannya jelas kami tau,” tuturnya kepada Beritabangsa.com.

Kades Karangpakis Akui Ada Bangunan Liar

Joko Risdianto Kades Karangpakis Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang
Joko Risdianto Kades Karangpakis Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang

Dengan mengetahui lahan dimaksud milik Pemkab Jombang, Joko Risdianto akui bangunan yang diduga hendak bangun rumah tersebut tidak berizin dan menyerobot lahan milik Pemkab Jombang.

“Iya benar Mas, kami tau meskipun lahannya bukan milik desa, tapi milik Pemkab Jombang. Kalau pergerakan awalnya saya tidak tau Mas, cuma dulu sempat ada orang yang ke Desa pamit untuk melakukan pembangunan di sana, akan tetapi kami jawab tidak berani untuk memberikan izin tersebut,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Berita Menarik Lainnya:  Dinas Perkim Jombang Pastikan Segera Perbaiki Kerusakan Sayap jembatan Pekel

Selain bangunan tersebut, Joko menyebut juga banyak bangunan liar di kawasan setempat. Mulai dari dijadikan sebagai penempatan pasir hingga toko. Kendati begitu, ia memastikan kembali bahwa pihaknya tidak pernah memberikan izin untuk pembangunan tersebut.

“Ada beberapa bangunan satu dua kalau tidak salah, ada yang dijadikan tempat pasir atau toko lagi di situ. Itu liar juga Mas, akan tetapi desa tidak pernah memberikan izin untuk pembangunannya,” katanya.

“Intinya memang ada dulu yang ke sini, akan tetapi kami tidak berani untuk memberikan izin,” lanjut Kades Karangpakis Joko Risdianto memungkasi.

Camat Kabuh Akui Ada Penyerobotan Lahan Pemkab

Anjik Eko Saputro Camat Kabuh, Kabupaten Jombang
Anjik Eko Saputro Camat Kabuh, Kabupaten Jombang

Meski enggan menyebut identitas oknum yang nekat mendirikan bangunan di lahan milik Pemkab Jombang itu, Camat Kabuh Jombang Anjik Eko Saputro akui bangunan dimaksud melanggar aturan.

Berita Menarik Lainnya:  3 Tahun Khofifah-Emil, Wartawan Pokja Pemprov: Keduanya Media Darling

“Iya sudah tau soal keberadaan bangunan itu. Tapi intinya orangnya itu mungkin pengusaha yang masih Kabuh ya sudah koordinasi dengan kami, tapi kami tidak merekomendasikannya. Intinya itu kami tidak memberikan izin,” beber Camat Kabuh Anjik saat dikonfirmasi Beritabangsa.com melalui saluran telepon.

Lanjut Camat Kabuh memastikan, aktivitas pekerja di bangunan yang menyerobot lahan Pemkab Jombang itu sudah berhenti. Hal itu terjadi setelah diketahui ada pengerjaan yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemberhentian.

“Sudah tidak ada pengerjaan kan di lapangan, iya sudah diberhentikan. O sudah lama diberhentikan itu sudah, sekitar 3 mingguan yang lalu,” jelasnya.

“Intinya bangunan itu tidak boleh dilanjutkan begitu, kalau tindak lanjutnya seperti apa masih belum tau. Itu pemberhentiannya kan di cover langsung dari Jombang begitu,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280