PAD Blitar Naik 9,39%

Sidang Paripurna
Sidang Paripurna
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BLITAR- Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Blitar, M Rifai memimpin rapat paripurna yang dihadiri 35 anggota DPRD, Bupati H Rini Syarifah dan Wabup Rahmat Santoso.

Dalam rapat paripurna ini terungkap pendapatan asli daerah (PAD) naik 100 persen atau 9,39 persen dari target.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

Dalam paripurna dengan agenda penyampaian penjelasan Bupati Blitar terhadap rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2021, Kamis (23/6/2022), ini akan dilanjutkan pandangan dan pendapat fraksi malam nanti.

”Tanggapan, koreksi dan masukan nantinya akan dituangkan dalam pandangan umum fraksi-fraksi yang akan disampaikan pada rapat paripurna nanti malam,” kata politisi PKB ini.

Berita Menarik Lainnya:  Anggota DPRD F-PKB Bondowoso Beri Sambungan Listrik Gratis ke Masyarakat

Sementara itu, Bupati menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2021 dalam rapat paripurna.

Bahwa pendapatan daerah dalam APBD 2021 terealisasi Rp2.467.651.406.772.43 atau 105,74% melebihi dari target.

Ads

Pencapaian itu lebih tinggi dari Rp211.778.089.943.30 atau 9,39% jika dibandingkan realisasi 2020 sebesar Rp2.255.876.316.829.13.

Realisasi pendapatan daerah tersebut terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp407.530.973.690,43.

”Target pendapatan daerah melebihi 100%, di angka 105,74%. Pencapaian tersebut naik sebesar 9,39% dibandingkan 2020,” kata Mak Rini sapaan akrab dari H Rini Syaifah selaku Bupati Blitar.

Katanya, realisasi pendapatan daerah tersebut terdiri dari PAD sebesar Rp407.530.973690.43, pendapatan transfer sebesar Rp1.966.462.10,82. dan lain-lain pendapatan yang sah daerah Rp93.658.423.000.

Berita Menarik Lainnya:  Toko Sembako Terbakar, Istri Hamil dan Cucu Terpanggang

Sedangkan untuk belanja dan transfer tahun anggaran 2021 terealisasi sebesar Rp2.294.172.722.399,62 atau 92,44% dari anggaran belanja. Ini lebih tinggi Rp11.234.965.494,5 atau 0,49% dibandingkan realisasi tahun anggaran 2020 yang hanya sebesar Rp2.282.937.756.905,57.

Sehingga dengan demikian, terdapat surplus yang diperoleh dari pendapatan dikurangi belanja dan transfer Rp173.478.684.372,81.

Untuk pembiayaan daerah tahun anggaran 2021 terdiri dari penerimaan pembiayaan yang terealisasi sebesar Rp149.485.658.527,93 dan pengeluaran pembiayaan yang terealisasi Rp1.450.000.000.

Sehingga terdapat pembiayaan netto Rp148.000.035.658.527,93 dari surplus atau defisit antara pendapatan daerah dan belanja ditambah transfer dan pembiayaan netto dapat diketahui sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) Rp321.514.342.900,74.

Mak Rini, menyampaikan dar hasil audit BPK RI atas laporan keuangan Pemkab Blitar 2021 adalah wajar tanpa pengecualian (WTP).

Berita Menarik Lainnya:  Melek Dakwah Digital Bagi Remaja Masjid se-Surabaya

“Predikat tersebut diberikan karena Pemkab Blitar telah berhasil menyajikan laporan keuangan yang wajar,” katanya.

Di akhir rapat paripurna, Bupati Rini Syarifah secara simbolik menyerahkan dokumen Raperda kepada M Rifai selaku Wakil Ketua DPRD Blitar.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait