Meski Yasin-Gunawan Lolos, KPU Surabaya: Bukan Berarti Paslon Bisa Mendaftar Cawali

Surabaya, Beritabangsa.com – Hanya satu dari tiga bakal pasangan calon (bapaslon) independen saja lolos verifikasi tahap awal Pilkada Surabaya 2020, yaitu Pasangan Yasin-Gunawan yang lolos memenuhi syarat dukungan. Sementara untuk pasangan Sholeh-Taufik dan Usman-Sirojul dinyatakan gugur.

Hal itulah yang disampaikan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya Divisi Perencanaan dan Data Informasi, Nafilah Astri Swarist.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Namun menurut Divisi Teknis Penyelenggaraan, Kholid Asyadulloh, meski lolos dalam verifikasi jumlah syarat minimal dukungan, bukan berarti paslon ini bisa mendaftar sebagai cawali-cawawali di Pilkada Surabaya.

Berita Menarik Lainnya:  Peran Ponpes Nurul Jadid Tangkal Penularan Covid-19 Masuk ke Pesantren

Tahapan masih panjang, karena masih ada beberapa tahapan lagi selanjutnya,” ujarnya kepada beritabangsa.com di kantor KPU Surabaya, Jl Adityawarman, Kamis (27/02/2020).

Selanjutnya, masih kata Kholid, tahapan yang akan dijalani paslon perseorangan atau independen ini adalah verifikasi administrasi mulai 27 Februari sampai 25 Maret 2020.

Proses verifikasi ini diantaranya mencocokkan KTP pendukung, apakah benar KTP Surabaya dan apakah benar apa tidak, KTP itu milik pendukungnya,” jelasnya.

Setelah verifikasi administrasi selesai, tahapan selanjutnya adalah tugas PPS untuk memverifikasi faktual, mulai 25 Maret sampai 15 April 2020.

Dalam verifikasi ini petugas PPS akan mendatangi satu persatu pendukung paslon. Mereka akan ditanya apakah benar mendukung, kalau iya maka dukungan itu dinyatakan memenuhi syarat (MS). Kalau tidak ya tidak memenuhi syarat (TMS),” terangnya.

Berita Menarik Lainnya:  Rekom PDIP Jatuh ke Wisnu-Eri? Surokim: Pilwali Surabaya Bakal Kompetitif

Lebih jauh, Ia menuturkan jika paslon sudah memenuhi syarat setelah melalui serangkaian tahapan verifikasi ini maka bisa mendaftar sebagai kontestan.

Paslon bisa mendaftar sebagai cawali dan cawawali Surabaya pada 15 sampai 18 Juni 2020,” jelas Kholid.

Diketahui sebelumnya, Komisioner KPU Kota Surabaya menyebutkan, sesuai verifikasi tahap awal, dukungan kepada Gunawan-Yasin sebagai paslon perseorangan berdasarkan sistem informasi calon (silon) jumlahnya sekitar 140 ribu. Data tersebut melebihi syarat minimal dukungan yaitu 138.565 jumlah dukungan.

Berita Menarik Lainnya:  Eri Cahyadi Hadiri Penandatanganan MoU 4 Kesanggupan

Mulai tanggal 23-26 KPU Surabaya melakukan pengecekan jumlah dan persebaran. Untuk pasangan Yasin-Gunawan memenuhi syarat dukungan sekitar 140 ribu sekian. Sementara bapaslon Sholeh-Taufik tidak memenuhi syarat dukungan.

Mohammad Yasin–Gunawan berhasil mengumpulkan 139.758 KTP dan persebarannya ada di 31 kecamatan.

Kemudian Sholeh-Taufik mendapatkan dukungan 140.384 KTP, namun saat diteliti yang lengkap dan memenuhi syarat hanya 86.404 lembar dokumen yang lengkap.

Lalu Usman–Sirojul tidak bisa terkonfirmasi. Pasangan tersebut gagal sejak awal, karena tidak menyertakan fotocopy KTP elektronik sebagai syarat mutlak maju dari jalur independen.

Dengan demikian KPU Kota Surabaya memutuskan yang lolos verifikasi adalah Mohammad Yasin-Gunawan.

Reporter : Ais

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *