Lagi, Khofifah Raih Penghargaan dari Menteri Desa PDTT RI

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat memberikan sambutan usai menerima penghargaan dari Menteri Desa PDTT RI, Abdul Halim Iskandar, di Gedung Negara Grahadi, Rabu (29/12/2021) | Foto: Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat memberikan sambutan usai menerima penghargaan dari Menteri Desa PDTT RI, Abdul Halim Iskandar, di Gedung Negara Grahadi, Rabu (29/12/2021) | Foto: Humas Pemprov Jatim
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Lagi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih penghargaan. Ratusan penghargaan telah diraih, dua tahun memimpin Jawa Timur.

Kali ini berkat percepatan pembangunan Desa 2021, Khofifah mendapat penghargaan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI yang diserahkan langsung Menteri Abdul Halim Iskandar, Rabu.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Penghargaan ini diraih Gubernur Khofifah atas komitmen dan kerja kerasnya mendorong percepatan pembangunan desa sehingga seluruh desa di Provinsi Jatim di 2021 ini sudah terbebas dari desa tertinggal dan sangat tertinggal.

Ada 7724 desa di Jawa Timur saat ini telah mencapai status berkembang, maju dan mandiri, dan tidak ada lagi status Desa tertinggal dan sangat tertinggal di Jatim.

Dalam penyerahan penghargaan ini, Menteri Desa juga menyerahkan 29 Bupati dan 1 Wali Kota yakni Wali Kota Batu yang juga berhasil melakukan percepatan pembangunan desa.

Kota Batu meraih kategori Utama karena keseluruhan desanya memiliki status perkembangan desa mandiri.

Sementara 29 kabupaten lain meraih kategori Pertama karena seluruh desanya memiliki status desa berkembang, maju, dan mandiri.

Ke-29 kabupaten itu yakni Tulungagung, Tuban, Trenggalek, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, Ponorogo, Pasuruan, Pamekasan, Pacitan, Ngawi, Nganjuk, dan Mojokerto. Selain itu juga Kabupaten Malang, Magetan, Madiun, Lumajang, Lamongan, Kediri, Jombang, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Blitar, Banyuwangi dan Kabupaten Bangkalan.

Usai menerima penghargaan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada seluruh pihak yakni para Bupati di Jatim dan Wali Kota Batu, para kepala desa, para pendamping desa, serta masyarakat desa yang ikut berkontribusi dalam pemerataan pembangunan di Jatim.

Berita Menarik Lainnya:  Kelas Inspirasi PMM-DN Unair, Khofifah: Sekarang Mahasiswa Mesti 'Bekerja Cerdas'

Pemerataan pembangunan di Jatim terus menunjukkan perkembangan yang positif tidak hanya di perkotaan, tapi juga di pedesaan.

Hal ini dibuktikan dengan semakin tingginya keberadaan desa dengan status Mandiri dan Maju serta tidak adanya lagi desa berstatus tertinggal dan sangat tertinggal di Jatim

“Keberhasilan ini juga tidak lepas dari kerja keras semua pihak. Maka saya sampaikan terima kasih kepada para Bupati dan Wali Kota Batu, Kepala Dinas PMD, camat, kepala desa dan seluruh pendamping desa, serta perguruan tinggi yang telah melakukan pendampingan sehingga tercapainya peningkatan terhadap status Indeks Desa Membangun di Jatim,” katanya.

Khofifah mengatakan Indeks Desa Membangun (IDM) 2021 Kementerian Desa PDTT, jumlah desa mandiri dan maju di Jatim tertinggi di antara provinsi lain se Indonesia.

Sesuai SK Dirjen Pembangunan Desa dan Pedesaan Nomor 398.4.1 Tahun 2021 tentang Perubahan Keempat Atas Keputusan Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Nomor 30 Tahun 2016 tentang Status Kemajuan dan Kemandirian Desa yang dirilis tanggal 19 Agustus 2021.

Data mutakhir IDM 2021, tercatat 3.269 desa di Indonesia dinyatakan sebagai desa mandiri.

Dari jumlah itu 697 desa atau 21,32 persen berada di Jatim. Pencapaian ini sebagai tertinggi di Indonesia dan disusul Jawa Barat di peringkat II total 586 desa mandiri serta di peringkat ketiga Provinsi Jawa Tengah dengan total 199 desa mandiri.

Tidak hanya status desa mandiri yang tertinggi, desa dengan status maju di Jatim juga tercatat mendominasi secara nasional dengan total 3.283 desa. Angka ini diikuti oleh Jawa Tengah dengan total 2.295 desa maju dan Jawa Barat sebanyak 2.102 desa maju.

Berita Menarik Lainnya:  Khofifah Disebut Ideal Duet Kader NU di Pilgub Jatim 2024

Berdasarkan hal tersebut, Khofifah turut menyampaikan rasa syukurnya karena pembangunan di tingkat pedesaan terus tumbuh baik berdasarkan Indeks Ketahanan Sosial (IKS) Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL) yang menjadi dasar dalam mengukur IDM.

“Hal ini dikarenakan pembangunan desa yang baik di Jatim tersebut mampu berseiring dengan laju penurunan angka kemiskinan di tingkat pedesaan khususnya pada Tri – Wulan II 2021.

Selain itu yang harus kita syukuri saat ini ada 697 desa mandiri di Jawa Timur, adalah jumlah terbanyak secara nasional.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, per 21 Juli 2021 tingkat keparahan dan kedalaman kemiskinan di Jatim paling tipis dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa.

Sementara itu, kontribusi terbesar angka penurunan kemiskinan di Jatim di pedesaan, total penurunan 33.246 orang.

“Keberhasilan mengentas Jatim dari desa tertinggal dan sangat tertinggal ini menjadi bukti komitmen Pemprov Jatim dalam mengentaskan desa tertinggal dan mendorong kemandirian desa melalui berbagai program. Seperti program Desa Berdaya dan Paman Desa yang memberikan stimulus berupa permodalan di tingkat desa,” ujarnya.

Kata dia, Program Desa Berdaya ini sendiri fokus pada empat aspek utama; menumbuhkan inovasi untuk menggerakkan perekonomian desa berbasis potensi dan sumberdaya secara kreatif dan berkelanjutan.

Kedua, mendorong hadirnya ikon desa yang khas melalui economic branding berbasis inovasi.

Dan ketiga, optimalisasi penggunaan dana desa untuk mendorong pertumbuhan ikon desa yang berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa.

Berita Menarik Lainnya:  PLN Bertahap Normalkan Pasokan Listrik ke Madura

Terakhir, menciptakan praktik keteladanan (good practices) sehingga menjadi sumber inspirasi.

Untuk mendukung program tersebut, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran Rp 20,1 miliar untuk Paman Desa dengan sasaran 301 BUMDesa.

Kemudian anggaran untuk Desa Berdaya senilai Rp 15,1 miliar untuk 151 Desa Mandiri.

Khofifah juga mengapresiasi 5 desa di Jatim masuk 10 ranking tertinggi nasional.

Lima desa asal Jatim itu : Peringkat 1 Nasional : Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu; Peringkat 2 Nasional : Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi; Peringkat 3 Nasional Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu; Peringkat 5 Nasional : Desa Gentengwetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi dan Peringkat 9 Nasional : Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, saat menyerahkan penghargaan sebagai Provinsi besar yang terbebas dari Desa Tertinggal dan Sangat Tertinggal, Rabu (29/12/2021) di Grahadi, Surabaya | Foto: Humas Pemprov Jatim
Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, saat menyerahkan penghargaan sebagai Provinsi besar yang terbebas dari Desa Tertinggal dan Sangat Tertinggal, Rabu (29/12/2021) di Grahadi, Surabaya | Foto: Humas Pemprov Jatim

“Selamat atas pencapaian yang telah diraih. Menjadi desa mandiri dan masuk sebagai ranking tertinggi secara nasional adalah bukti keseriusan seluruh komponen desa dalam mewujudkan pembangunan yang maksimal. Dalam setiap proses pembangunan yang dilakukan terdapat ikhtiar agar terus menekan angka kemiskinan serta mendorong kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” katanya.

Dalam acara ini Gubernur Khofifah turut melakukan penandatanganan kesepakatan bersama  antara Pemprov Jatim dengan Direktur Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akutansi Negara (PKN STAN) untuk meningkatkan kapasitas pengelola BUMDes dalam pengelolaan Keuangan.

Dengan adanya penandatanganan kesepakatan ini, Khofifah berharap ke depan akan ada percepatan keakurasian dari seluruh manajemen keuangan yang ada pada BUMDes di Jatim.

“Jadi para Bupati dan Walikota Batu barangkali ada yang butuh penguatan dari manajemen keuangan dari BUMDes yang ada di wilayahnya masing-masing. Tentunya kita akan segera membreakdown di perjanjian kerjasama ini sehingga ke depan desa di Jatim bisa terus maju dan mandiri,” katanya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280