Komisi C Apresiasi Inovasi Retribusi Parkir dengan Fitur QRIS

Keterangan foto : Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Elok Cahyani.
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Surabaya – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Elok Cahyani mengapresiasi inovasi metode pembayaran retribusi parkir melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya.

Menurutnya, langkah itu sebagai upaya untuk menekan kebocoran penerimaan retribusi parkir.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Elok Cahyani mengatakan, Layanan retribusi parkir menggunakan fitur QRIS sangat menarik di era digitalisasi, apalagi pada masa pandemi yang membatasi kontak langsung antar manusia.

Berita Menarik Lainnya:  RIS Gelar Nobar Perdana, Debat Pilwali Surabaya 2020 Jilid Pertama

“Transaksi digital, memang sudah menjadi kebutuhan di era zaman Now saat ini, terlebih dimasa pandemi Covid-19 dimana kontak langsung dengan manusia dibatasi,” kata Elok, Selasa (25/8/2021).

Elok menambahkan, Komisi C tentu mengapresiasi inovasi disektor pembayaran retribusi parkir tepi jalan umum yang digagas oleh Dishub Kota Surabaya, ini linear dengan Kota Surabaya yang merupakan kota ‘Smart City’.

“Saya mengapresiasi langkah Dishub perihal parkir QRIS, sebagai upaya untuk menekan kebocoran penerimaan retribusi parkir,” sambungnya.

Dengan fitur QRIS, tutur Elok transaksi menjadi efisien karena saldo yang tersimpan secara digital di fitur QRIS tidak akan pecah kemana-mana.

Berita Menarik Lainnya:  DPRD Surabaya Dorong Pemkot Prioritaskan Guru Ngaji dan TK Untuk Vaksinasi

“Berbeda dengan pembayaran parkir secara konvensional,” kata Elok.

Elok menerangkan, ada tiga profitabilitas yang dirasakan oleh publik jika menggunakan fitur QRIS untuk bayar parkir. Pertama, penggunaan teknologi aplikasinya di masyarakat semakin tinggi. Kedua, tingkat efisiensi pembayaran juga dapat, dan ketiga tingkat kedisiplinan membayar retribusi juga kena.

“Jadi apa yang dilakukan Dishub Kota Surabaya ini sangat Worted, kan Surabaya sedang menuju Smart City agar setara dengan kota-kota dunia yang sudah sangat maju pesat,” tegasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Covid-19 Meningkat, Ketua PCNU Jombang Dukung PPKM Darurat Diperpanjang

Lebih lanjut Elok memaparkan, meski pembayaran retribusi parkir tepi jalan umum pakai aplikasi QRIS sudah tentu akan membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya di sektor perparkiran.

Dia menambahkan, Dishub Surabaya sendiri menargetkan pendapatan retribusi parkir tahun 2021 ini mencapai Rp6,5 milyar. Jadi, dilihat saja kinerjanya nanti apakah Dishub bisa mencapai target pendapatan parkir.

“Jadi per triwulan kita evaluasi lagi kinerja Dishub Kota Surabaya. Namun untuk bayar parkir dengan aplikasi QRIS, dewan menilai sangat inovatif ditengah pesatnya kemajuan teknologi IT dan smartphone,” tukas Elok.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280