Wisuda Pasien Terakhir, RSDL Bangkalan Kini Zero Pasien

Wisuda Pasien Terakhir, RSDL Bangkalan Kini Zero Pasien
Rumah Sakit Darurat Lapangan Bangkalan / Rumah Isolasi OTG Provinsi Jawa Timur (RSDLB / RI-OTG Jatim) mewisuda 1 penyintas Covdi-19 terakhir yang dirawat
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BANGKALAN- Rumah Sakit Darurat Lapangan Bangkalan / Rumah Isolasi OTG Provinsi Jawa Timur (RSDLB / RI-OTG Jatim) mewisuda 1 pasien Covid-19 terakhir yang dirawat.

Dengan demikian saat ini tidak ada lagi pasien yang dirawat di RSDLB, alias zero pasien. Pasca reaktivasi, 8 Februari RSDL Bangkalan mencatatkan total 113 pasien, dengan jumlah pasien harian tertinggi sebanyak 74 orang, pada 18 dan 22 Februari 2022.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Zaenal Arifin (27) adalah pasien terakhir RSDLB yang diwisuda. Pria asal Pasuruan ini atas kemauannya sendiri masuk ke RSDLB setelah dinyatakan positif Covid-19.

Ia merasa senang telah dirawat selama 6 hari dan bisa sembuh. Walaupun ada rasa sepi di akhir-akhir masa perawatan, namun ia dapat menjalaninya hingga akhirnya diwisuda.

“Setiap pagi kondisi saya dicek dan dimonitor. Saya juga di SWAB di hari ke lima dan alhamdulillah pagi tadi hasilnya sudah negatif. Selama dirawat, semua fasilitasnya cukup baik. Makan dan snacknya sangat istimewa. Terima kasih pada para nakes dan relawan yang telah melayani saya dengan baik, semoga Tuhan membalas kebaikan semuanya dan kta terus diberi kesehatan,” ujar Zaenal.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Asahan: Rakorpem Jangan Seremonial Semata

Acara wisuda special tersebut dipimpin oleh Dr Christrijogo Sumartono W, dr SpAn. (KAR), Koordinator Pelayanan Medis RSDL Bangkalan yang didampingi oleh Mayor Ckm Sumardi, (Koordinator Pelayanan Penunjang Umum RSDLB), dr Nathania Djaja (dokter), Insanul Mubarok, (perawat) dan Radian Jadid (Ketua Relawan Pendamping).

Pada kesempatan tersebut, Dr. Christrijogo menyatakan rasa syukurnya atas wisuda terakhir ini. “Semua atas kehendak Allah SWT, sehingga kita dapat menyelesaikan perawatan pasien hingga sembuh. Hingga saat ini selama masa reaktivasi, RSDLB telah merawat 113 pasien dan hari ini pasien terakhir sudah sembuh, ” ujarnya.

“Terima kasih kepada Ibu Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur), Pangam, Kapolda, Dinkes dan BPBD Jatim serta semua pihat terkait yang selama ini telah membantu banyak dalam pengoperasian RSDLB dalam memberikan layanan bagai pasien Covid-19.

Dengan kondisi zero pasien hari ini, tidak berarti rumah sakit ini tutup, karena RSDLB akan tetap beroperasi dan menerima pasien. Selama pandemi Covid-19 masih belum dinyatakan selesai dan belum ada putusan penutupan RSDLB, maa kami akan tetap menerima pasien kapan pun dan dari manapun. Monggo masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas layanan penanganan Covid-19 ini dengan baik,” jelas Dr Christrijogo.

Berita Menarik Lainnya:  Di Ngawi, Gubernur Khofifah Ajak Anak - anak Berani Divaksin

“Masa rehat ini, kami juga konsen pada para penyintas yang masih mempunyai gejala lanjutan Covid-19 (long covid). Para pasien yang sudah sembuh, tetap dimonitor, khususnya oleh relawan pendamping untuk memastikan kondisinya membaik pasca Covid. Untuk itu para penyintas juga bisa memanfaatkan fasilitas telemedicine dan juga sudah ada aplikasinya, yang telah disiapkan oleh relawan pendamping bekerjasama dengan ITS dan Unair guna memberikan layanan konsultasi dan pendampingan apabila masih ada keluhan pasca Covid. Silakan masyarakat umum khususnya para penyintas memanfaatkan fasilitas tersebut dan bisa menghubungi para relawan untuk itu,” pungkas Dr Christrijogo.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Radian Jadid, Koordinator Relawan Pendamping memberikan penjelasan. Saat ini sudah disiapkan fasilitas telemedicine yang dibangun atas kolaborasi ITS, UGM dan Unair serta Relawan Pendamping. Aplikasi tersebut bisa di download di https://drive.google.com/file/d/11xB5u0cpAvoDGB24iJ0gE2BusrzBx2R9/view?usp=sharing atau para penyintas maupun masyarakat lainnya yang membutuhkan konsultasi langsung dengan dokter spesialis terkait keluhan pasca Covid-19 (long covid) dan permasalahan lainnya yang masih muncul.

Berita Menarik Lainnya:  Santri AHM Tulungagung Tingkatkan Kesehatan Melalui SANIMAS Dan Dinas PUPR Tulungagung

Aplikasi ini ditangani oleh pakar IT dari ITS (dikomandani Mokhamad Nur Cahyadi, Ph.D.) dan 9 dokter spesialis dari Unair (dikoordinasikon oleh Dr. Christrijogo).

Selain konsultasi juga dimungkinkan pemeriksaan lanjutan dan pemberian obat bila diperlukan. Untuk lebih jelas masyarakat bisa menghubungi Call Center Relawan Pendamping di 088222303030.

Jadid juga menjelaskan bahwa hari ini Jumat, 11 Maret 2022 RSDLB melaksanakan wisuda 1 pasien terakhir. Dengan demikian sudah 113 orang yang sembuh dan diwisuda semenjak reaktivasi (8 Februari 2022). Hingga saat ini tidak ada lagi pasien yang dirawat, hingga bisa dikatan RSDLB Zero Pasien, dan Bed Occupancy Rate (BOR) RSDL Bangkalan 0 persen.

Secara keseluruhan, selama beroperasi mulai Juli 2021, dari data relawan pendamping PPKPC-RSDLB sudah tercatat ada 901 pasien yang telah dirawat, 825 dinyatakan sembuh, 30 orang dirujuk, dan 43 orang melanjutkan isoman dan semuanya sembuh. Tidak ada kejadian kematian di RSDLB sehingga angka kematian tetap nol.

banner 600x310

Pos terkait