Suntik Vaksin Selama Ramadan, Begini Kata Ulama dan Pemerintah di Jombang

Suntik Vaksin Selama Ramadan, Begini Kata Ulama dan Pemerintah di Jombang
HM Zulfikar As'ad, salah satu ulama muda di Kabupaten Jombang
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG-Melakukan suntik vaksin Covid-19 di bulan Ramadan, justru membuat was-was akan batal puasa bagi umat beragama. Maka dari itu, hal itu diperhatikan langsung oleh salah satu ulama dan pemerintah di Kabupaten Jombag.

Menanggapi hal itu, salah atau ulama muda di Kabupaten Jombang HM Zulfikar As’ad mengatakan jika warga umat muslim masih bisa dan diperbolehkan melakukan suntik vaksin di bulan Ramadan 1443 Hijriah ini.

Bacaan Lainnya

“Umat muslim yang berpuasa, jangan khawatir kalau mau suntik vaksin di bulan puasa ini. Karena suntik vaksin Covid-19 itu, tidak sampai membatalkan puasa kita. Perlu dibedakan antara divaksin dengan diinfus,” ujar HM Zulfikar kepada Beritabangsa.com pada Minggu (3/4/2022).

Berita Menarik Lainnya:  Menhan Serahkan Kunci dan Sertifikat Rumah Ahli Waris KRI Nanggala 402 Sidoarjo

Kiai yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini, memperbolehkan warga untuk vaksin di bulan puasa itu dikarenakan suntik vaksin tidak mengenyangkan.

“Suntik vaksin itu tidak membuat kita kenyang, jadi harus kita bedakan antara suntik vaksin dengan suntik infus seperti biasanya. Apalagi kalau suntik vaksin itu yang disuntik bukan pembuluh darah, melainkan daging. Jadi tidak membatalkan puasa,” jelas ulama muda yang akrab disapa Gus Ufik.

Kendati demikian, kata Gus Ufik warga harus tetap menjaga kesehatannya ketika hendak vaksin Covid-19 di bulan puasa. Hal ini disampaikan, agar tubuh manusia tetap terjaga dari efek usai divaksin.

Ads

“Makan sahurnya harus normal. Karena pasti ada efeknya kan, kalau setelah di suntik vaksin itu. Jadi agar badan tetap sehat, maka makan sahurnya tetap di jaga dan mengatur waktu istirahat dengan cukup,” tutur Gus Ufik via WhatsApp.

Berita Menarik Lainnya:  Ratusan Nakes RSUD Jombang Terpapar Covid 19, Pelayanan Goyang

Lanjut Gus Ufik, berupaya agar pemerintah bisa menyediakan program vaksinasi Covid-19 bagi umat muslim ketika malam hari. Karena menurutnya untuk mengantisipasi bagi warga yang masih ragu untuk vaksin ketika berpuasa.

“Kalau memang program vaksinasi pemerintah ini terus berlanjut, untuk mencapai targetnya, jadi saya rasa harus membuka layanan vaksinasi bagi umat muslim ketika malam hari. Seperti di puskesmas atau tempat lain yang layak,” imbuh Gus Ufik pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang ini.

Ads

Secara terpisah, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Kepala Dinas Kesehatan, Budi Nugroho menjelaskan masih belum mengetahui prosedur atau proses program vaksinasi Covid-19 selama Ramadan.

“Kami masih belum tahu juga, masih menunggu anjuran atau aturan dari pemerintah pusat nanti kalau diumumkan,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Survei ARCI: Elektabilitas Partai Golkar Sidoarjo Naik Signifikan

Sementara saat disinggung siapa yang akan mengumumkan langsung, terkait tindak lanjut program vaksinasi di bulan Ramadan ini, Budi menjelaskan jika masih belum diketahui juga.

“Belum tahu juga ya, tunggu saja informasinya nanti soal kelanjutan vaksinasi di bulan Ramadan ini,” katanya.

Perlu diketahui kata Budi bahwa, vaksinasi tahap 3 atau booster di Kabupaten Jombang minim peminat. Hingga kini capaiannya baru 11 persen. Ditanya apa upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal ini, Budi mengaku sudah melakukan imbauan-imbauan.

“Ya imbauan atau pemberlakuan syarat vaksin booster saat mudik. Ini mungkin bisa. Perlu juga kami gerakkan imbauan vaksin booster, atau pemberlakuan syarat vaksin booster saat mudik. Ini mungkin bisa. Pada intinya perlu juga kami gerakkan imbauan vaksin booster,” pungkasnya.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800