Semarak 100 Tahun NU, LKNU Bondowoso Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks

Ilustrasi
Ilustrasi kanker serviks
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BONDOWOSO- Menyambut satu abad atau 100 tahun Nahdlatul Ulama (NU), Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menggelar pemeriksaan dini kanker serviks.

Secara seremonial, pemeriksaan dilakukan mulai Minggu (28/8/2022) di Klinik RSNU Tenggarang Bondowoso, dan berlangsung selama sepekan.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Update Covid-19 Asahan, Zero Positif dan Kematian
banner 1024x1366

Berdasarkan data Indonesia Cancer Care Community (ICCC), di Indonesia kanker serviks mendominasi penderita terbesar II setelah kanker payudara.

Angka kasus kanker serviks sesuai data Globocan, 2018 untuk wanita di Indonesia berkisar 32.469 kasus (17.2%) dengan angka kematian 18.279 (8.8%).

Ketua LKNU Kabupaten Bondowoso, Habib Muzakki mengatakan, pemeriksaan papsmear ini menjadi salah satu rangkaian LKNU menyambut satu abad NU.

Adapun sasaran deteksi dini kanker serviks, dengan usia produktif yakni usia 15-50 tahun.

“Agar terdeteksi apabila ada wanita terkena kanker serviks,” katanya, Senin (29/8/2022) malam.

Berita Menarik Lainnya:  Prihatin Harga Sembako Naik, KITS Gandeng ASJ Bagi-bagi Bingkisan

Bakti sosial itu ditargetkan ada 200 orang yang diperiksa. Sementara sudah ada 50 orang yang diperiksa. Sisanya dikerjakan di puskesmas-puskesmas.

Menurutnya, warga bisa memeriksakan dirikan diri kapanpun. Asalkan tidak dalam kondisi menstruasi.

“Dia sudah menikah, dalam artian sudah pernah berhubungan badan. Jadi kalau virgin tidak boleh,” jelasnya.

Adapun gejala kanker serviks sendiri kata dia, yang paling umum adalah keputihan dan keluar darah saat berhubungan badan.

“Tapi yang paling umum terjadi pendarahan saat berhubungan badan. Jadi tujuan screening awal ini untuk mengetahui lebih dini,” ungkapnya.

Berita Menarik Lainnya:  LPBHNU Sidoarjo Gelar Raker ke- 1, Berikut Program Prioritasnya

Menurutnya, dengan deteksi dini kanker serviks maka segera bisa diobati jika memang ada penyakit tersebut.

“Salah satu pembunuh wanita paling banyak adalah kanker serviks. Jika segera diketahui, bisa cepat diobati biar tidak semakin parah,” paparnya.

Deteksi kanker serviks yang diselenggarakan LKNU Bondowoso juga melibatkan Dinkes, IBI, Dinsos P3AKB, Fatayat, Muslimat, Klinik RSNU, dan PKBI Jawa Timur.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280