Selain Ternak Takut Mati, Peternak di Jombang Panik Ada Pembatasan Pengiriman Sapi

Chairul Amin, salah satu peternak saat mengecek kondisi sapi peliharaannya
Chairul Amin, salah satu peternak saat mengecek kondisi sapi peliharaannya
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Sejumlah peternak sapi di Jombang mulai panik. Hal ini terjadi setelah mendengar kabar menyebarnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Selain hewan piaraannya takut mati terserang penyakit, peternak di Jombang juga dibuat bingung dengan kabar akan adanya pembatasan pengiriman sapi tiap daerah.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dialami Choirul Amin, salah satu peternak sapi di Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Menurutnya, semenjak awal Mei 2021 sudah mulai kebingungan dengan kondisi hewan peliharaannya.

“Benar, ya panik Mas. Kabarnya penyakit ini menyerang sapi sampai bisa mati. Pokoknya sejak itu kami sudah panik, bagaimana cara untuk mengantisipasi. Selain itu juga dibuat panik dari kabar pemerintah akan membatasi pengiriman sapi,” ujarnya, Kamis (12/5/2022) pagi.

Berita Menarik Lainnya:  Crew Kapal Tanker PT. Pelni Positif Corona

Terlebih kebijakan pemerintah yang diketahui akan melakukan pembatasan pengiriman sapi, kata pria berusia 51 tahun ini menyebutkan dari daerah Mojokerto, Gresik, hingga Lamongan.

Menanggapi hal itu, kata dia hanya membuat para peternak semakin kewalahan. Selain terancam harga sapi akan alami penurunan, juga menjadi dampak terhadap perekonomiannya.

“Kalau kayak gini lambat laun perekonomian warga juga tersendat. Harga jual sapi berkisar Rp 20 juta, kalau terindikasi PMK harga bisa jadi cuma Rp 7 juta. Belum lagi belantik dan bakul berani mempermainkan harga, otomatis semakin anjlok,” jelasnya.

Ads

Sementara itu pihaknya mengaku hanya tetap berupaya untuk menjaga sapi-sapi di kandangnya. Guna menangkal wabah PMK itu, ia membatasi jumlah pengunjung yang hendak ke kandang, juga selalu menjaga kebersihan kandang.

Berita Menarik Lainnya:  SMA Barunawati Fasilitasi Percepatan Vaksinasi Pelajar

“Sejauh ini tidak ada karena sapi masih sehat dan nafsu makan masih tinggi. Kami rutin bersihkan kandang dan melarang orang yang tidak berkepentingan masuk. Mungkin begitu saja, semoga wabah ini segera selesai dan tidak terjadi apa-apa bagi semua,” pungkasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Peternakan Jombang Agus Susilo Sugiot mengatakan bahwa dinas setempat sudah membentuk Satgas. Hal itu dilakukan menurutnya guna deteksi dini atasi wabah PMK terhadap hewan ternak.

Ads

“Segala upaya penanganan, antisipasi, sudah kami lakukan. Dengan apa ?, seperti yang kami lakukan yaitu pengecekan sapi. Terutama yang paling sering daerah Kecamatan Wonosalam. Kami bentuk tim dan langsung bergerak,” tuturnya.

Berita Menarik Lainnya:  Kades dan Perangkat Desa Napo Laok Jalani Vaksinasi Covid-19

Agus memastikan, di Jombang masih belum ditemukan sapi yang positif alami PMK. Dua ekor sapi dari Kecamatan Tembelang dan Kecamatan Wonosalam yang sudah dicek sebelumnya, masih sebatas suspek.

“Dua ekor sapi yang terkena wabah PMK itu bukan berasal dari Jombang. Melainkan dari peternak lain yang baru dibelinya secara online. Hasil laboratorium juga masih belum keluar. Sapi yang ada di Kecamatan Tembelang itu beli di Gresik, dan sapi di Wonosalam itu beli di Mojokerto,” kata Agus kepada awak media.

Meski demikian, upaya penyembuhan juga terus dilakukan sampai sekarang. Dari hasil pemeriksaan terakhir hari ini kondisi hewan ternak yang mengalami gejala mirip PMK, sudah membaik. Sapi-sapi tersebut sudah mau makan.

“Kami imbau sapi yang sakit jangan dijual. Segera laporkan ke dinas, kami upayakan untuk penyembuhan,” imbuh Agus.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800