RSDL Bangkalan Alternatif Karantina dan Isoter PMI awal Januari 2022

Rapat koordinasi antar personel di RSDL Bangkalan- siap jadi alternatif isolasi dan tempat karantina menyambut kedatangan PMI, Rabu (29/12/2021) | Foto: Pendamping Relawan
Rapat koordinasi antar personel di RSDL Bangkalan- siap jadi alternatif isolasi dan tempat karantina menyambut kedatangan PMI, Rabu (29/12/2021) | Foto: Pendamping Relawan
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Awal Januari 2022 jumlah warna negara Indonesia yang jadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebanyak 5000 akan menuju Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo.

Ads

Kedatangan PMI ini membuat pemerintah memeras keringat dan tenaga, karena ancaman varian baru Omicron Covid-19 yang terbawa PMI.

Bacaan Lainnya

Mencegah kemungkinan buruk, maka PMI yang datang diwajibkan ditest, diobservasi dan dilakukan karantina.

Untuk karantina sebagai isolasi terpadu (isoter) maupun isolasi mandiri (isoman), membutuhkan tempat dan tenaga kesehatan.

Provinsi Jatim telah menyiapkan karantina di Asrama Haji Sukolilo dengan 964 tempat tidur, LPMP Ketintang 160 tempat tidur, dan Badiklat Kemenag Jatim 132 tempat tidur,total 1.256 tempat tidur.

Untuk cadangan tempat karantina cadangan bagi PMI adalah Rumah Sakit Darurat Lapangan (RSDL) Bangkalan dan Asrama Marinir Surabaya.

Bagi PMI yang hendak isoman disiapkan Palang Merah Indonesia di 6 hotel dengan 530 tempat tidur.

Untuk non-PMI disediakan 27 hotel dengan kapasitas 1.299 tempat tidur. Untuk isoman, biaya ditanggung pribadi selama 14 hari, tetap di bawah pengawasan Satgas COVID-19.

Untuk rujukan yang positif Covid-19 dirawat di RSUD dr Soetomo. Untuk Rumah Sakit Lapangan jadi cadangan termasuk RSDLB.

Rabu (29/12/2021), sesuai arahan Dr. Erwin Astha Triyono, dr., Sp.PD., KPTI., FINASIM, selaku Direktur RSDL Bangkalan persiapan penanganan PMI 2022 dilakukan di tenda Administrasi.

Dipimpin Mayor CKM Bambang Eko Prasetyo, S.Kep. (Kesdam V Brawijaya) didampingi Mayor Ckm Sumardi S.Kep. Ners. MM. MKes, dan Radian Jadid (Ketua Relawan Pendamping RSDLB) rapat membahas kesiapsiagaan RSDL Bangkalan jadi alternatif tempat karantina.

Mayor Bambang menekankan kesiapan SDM baik tenaga dokter,perawat, apoteker, analis maupun relawan pendamping serta bagian sarana prasarana, unit penunjang, tenaga kebersihan dan keamanan.

“Semua harus stand by force, yakni siap apabila sewaktu-waktu RSDL Bangkalan dipakai,” ujarnya.

Daya dukung RSDL saat ini adalah 8 dokter, 26 perawat, 1 gizi, 4 farmasi, 4 analis lab, 4 admin, 3 driver ambulance, 1 helper dan 5 relawan pendamping.

Ditambah Satpam dan petugas kebersihan. Setelah tiga bulan stand-by tanpa pasien, pada 3 Januari 2022 sudah harus siaga.

Ada lima point menangani PMI nanti, sesuai arahan dr. Ninis Herlina Kiranasari (Dinkes Jatim) pertama, semua personel siap.

“Kapasitas bed RSDL Bangkalan 242 bed, bisa dinaikkan jadi 400-500 bed sesuai kebutuhan,” tegas Bambang.

Mayor Sumardi perawat senior, mengantisipasi pihak yang tidak berkepentingan memasuki kawasan RSDL Bangkalan.

Sterilisasi harus tetap terjaga. Termasuk soliditas dan kekompakan personel RSDL Bangkalan.

Saling menghargai profesi dan komunikasi yang lebih intens dan bersahabat.

“Terakhir harus tetap semangat, kompak dan menjaga silaturahim. Mari jaga kekompakan , di Rumah Sakit yang kita cintai ini. Mustahil rumah sakit ini sukses melayani tanpa kekompakan kita semua.” pungkas Sumardi.

Radian Jadid, Ketua Relawan pendamping menyiapkan 5 personel membantu penanganan non medis.

Seperti kasus PMI sebelumnya, soal tidak memahami proses karantina, dan pemulangan dan hal non-teknis lainnya.

“Insya Allah relawan pendamping akan siap membantu mencarikan solusi atas permasalahan yang muncul di RSDL Bangkalan,” pungkas Jadid.

Pos terkait

banner 768x1152