Keluar Dari Zona Merah, Gubernur Jatim Kebut Vaksinasi Pelajar

Keterangan foto : Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau vaksinasi pelajar di SMA Khadijah Surabaya.
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Surabaya – Keluarnya Jawa Timur dari zona merah Covid-19 tak membuat langkah Pemprov Jatim surut untuk melakukan percepatan vaksinasi khususnya bagi pelajar, karena mulai dibukanya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak Senin lalu (30/8/2021).

Saat meninjau vaksinasi bagi pelajar di SMA Khadijah Surabaya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan ada tambahan 7 dari 22 Kabupaten/Kota yang status level PPKM nya turun.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Tingkatkan SDM Bidang Kesehatan, Unusa Jalin Kerja Sama Dengan IHTP
banner 1920x1080

“Yang level dua semula dua kemudian menjadi enam, kemudian yang level tiga sudah bertambah,” kata Khofifah, Rabu (1/9/2021).

PTM yang menjadi blended learning memang membuat tugas guru menjadi berat karena menyiapkan dua bahan ajar, selain PTM secara terbatas bertahap juga tetap dilakukan hybrid learning. Namun Pemprov Jatim memastikan bahwa vaksinasi bisa dimaksimalkan untuk pelajar agar PTM bisa berjalan dengan baik.

Berita Menarik Lainnya:  Polsek Limbangan Lakukan Vaksinasi Door to Door

“Saya sudah koordinasikan dengan pak Menkes bahwa hari ini kebutuhan untuk vaksin pelajar ini bisa dimaksimalkan supaya vaksin yang dikirim ke Jawa Timur adalah vaksin yang memang berkesesuaian dengan usia 12 sampai 17 tahun. Itu yang saya minta kepada pak Menkes agar yang dikirim bisa lebih banyak,” ujar Khofifah.

Dengan datangnya vaksin Sinovac dalam beberapa waktu kedepan, Khofifah meminta agar pelajar kelas 12 SMA, SMK, SLB serta Madrasah Aliyah ini diprioritaskan terlebih dulu.

Berita Menarik Lainnya:  Dinkes Bondowoso Gelar Vaksinasi di Pasar Induk

“Terutama SMK kelas 12, SMA kelas 12 juga Aliyah, jadi kalau sudah SMA, SMK, Aliyah juga SLB yang kelas 12 ini harus melakukan lompatan pembelajaran,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait