Kadinkes Bondowoso Tak Akui RSUD Telah Ajukan Klaim Pembiayaan Pasien Covid-19

Bondowoso, Beritabangsa.com – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bondowoso tidak mengakui jika Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.H. Koesnadi telah mengajukan klaim dana pembiayaan pasien covid-19 yang dibiayai oleh APBD.

Kadinkes Kabupaten Bondowoso, dr Mohammad Imron saat dikonfirmasi, berkas klaim diverifikasi oleh staf, jadi belum masuk ke meja kerjanya lagi dan belum final hasil verifikasinya.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Olahraga Bersepeda Tips Dokter Handayani Untuk Menjaga Kesehatan dan Imun Tubuh
banner 1920x1080

“Bisa jadi sudah masuk Dinkes, namun karena verifikasi belum final maka saya juga tidak bisa mencairkan. Nanti akan tahu semua, berapa yang dianggarkan dan sudah cair berapa,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2020).

Dijelaskannya juga, pengajuan klaim di Paru dilakukan oleh pihak RSU dan diajukan ke Dinkes kemudian dibayar pakai APBD.

“Yang dirawat di RSUD dan RS Bhayangkara pakai APBN ke Kemenkes,” imbuhnya.

Berita Menarik Lainnya:  Demi Memberikan Rasa Aman, Pemkot Surabaya Akan All Out Hadang Covid-19

Ia mengaku tak bisa menjawab nominalnya. Sebab kata dia, RSU belum mengajukan klaim ke Dinkes.

“Kalau tanya ke saya, yang buat klaim kan RSU jadi tidak bisa jawab. Jika sudah ada klaim saya tahu, lah belum ajukan ke Dinkes,” kata Imron.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Administrasi dan Keuangan RUSD dr Koesnadi Bondowoso, Tasrip M.Mkes. mengaku, bahwa RSUD sudah mengajukan semua ke Dinkes Bondowoso.

“Iya (semua). Pasien yang sesuai kriteria Permenkes lama dan baru. Nggak melihat klasternya. Untuk jumlah pasien saya gak hafal. Namun sudah diajukan ke Dinkes Bondowoso, dan hingga saat ini belum ada pencairan,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  Klaim Biaya Perawatan Pasien Covid-19, Plt. Direktur RSUD Koesnadi dan Dinkes Saling Lempar

Dia mengungkapkan, bahwa untuk yang ditangani oleh Klinik Paru Pancoran, pembiayaan pasien Covid-19 diklaimkan kepada Dinkes Kabupaten Bondowoso dan dibiayai APBD.

“Untuk berapa biaya nominalnya setiap pasien, saya tidak paham, silahkan ditanyakan ke Dinkes sendiri,” pungkasnya.

Reporter : Muslim

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *