Ini Klarifikasi Kadinkes Malang soal Pasien Omicron di Singosari

Kadinkes Kabupaten Malang drg. Arbani Mukti Wibowo | Foto: Suseno
Kadinkes Kabupaten Malang drg. Arbani Mukti Wibowo | Foto: Suseno
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM – MALANG – Seorang warga Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, berjenis kelamin wanita umur di bawah 40 tahun telah terpapar varian baru Covid -19, Omicron. Dia tertular karena transmisi lokal dari suami yang sebelumnya juga dinyatakan positif Covid varian Omicron.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, mengatakan kasus baru Covid varian Omicron ditemukan di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari yang dinyatakan positif Covid varian baru.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Puskesmas Banjar Gelar Vaksinasi di Dusun Mangar Desa Pajeruan
banner 1920x1080

“Memang ada satu warga Desa Banjararum yang dinyatakan positif Covid varian baru setelah hasil sampek tes PCR dikirim ke laboratorium Universitas Airlangga Surabaya menunjukkan positif Covid varian baru Omicron. Ibu ini terpapar varian Omicron transmisi lokal,” kata Arbani, dihubungi Beritabangsa.com, Selasa (18/1/2022).

Arbani menjelaskan warga Desa Banjararum tersebut terpapar dari kasus Omicron sebelumnya yang menimpa suaminya.

“Jadi ibu muda ini terpapar kasus Omicron transmisi lokal yang menimpa suaminya yang seminggu sebelumnya juga terpapar Covid-19 varian Omicron,” jelas Arbani.

Berita Menarik Lainnya:  DPC GMNI Target Lahirkan Kader Intelektual

Varian baru Covid-19 Omicron, lanjut Arbani, penyebarannya sangat cepat sekali namun begitu efek yang dirasakan tubuh pasien flu dan batuk ringan.

“Namun ada juga pasien yang terpapar varian Omicron ini tidak merasakan gejala apapun pada tubuhnya, tapi sifat inveksinya sangat cepat, itu yang harus kita waspadai bersama,” beber Arbani.

Arbani mengimbau pada pasien yang terpapar Covid varian Omicron tidak perlu panik harus menjaga kondisi tubuh tetap fit.

“Saya minta pada yang memiliki gejala terpapar varian Omicron tidak perlu panik, harus banyak istirahat dan mengkonsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” pinta Arbani.

Berita Menarik Lainnya:  RSDL Bangkalan Alternatif Karantina dan Isoter PMI awal Januari 2022

Langkah Dinkes selanjutnya untuk mencegah penyebaran varian Omicron di Kabupaten Malang dengan melakukan 3T pada kontak erat dengan pasien.

“kami mulai gencarkan lagi pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing) dan perawatan (treatment) pada 14 orang kontak erat dengan korban yang kurun waktunya 3 sampai 4 hari dengan ditemukannya varian baru ini. Untuk kasus Banjararum kami melakukan pendalaman kontak erat 23 orang di Banjararum dan 4 orang di Kecamatan Dampit karena ada benang merah, pasien sempat mengunjungi Kecamatan Dampit 3 hari sebelumnya, hasilnya negatif semua,” pungkas Arbani Mukti Wibowo.

banner 600x310

Pos terkait