dr Jibril: 21 Daerah di Jatim Boleh Laksanakan Vaksin Anak – anak

Keterangan foto: dr Makhyan Jibril Al Farabi, M.Sc, BioMed, Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Jatim. (Foto/Kim)
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Surabaya – Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Timur, dr. Makhyan Jibril Al Farabi, M.Sc, M.Biomed, mengatakan ada 21 daerah di Jawa Timur yang sudah diperbolehkan untuk melakukan vaksinasi anak, usia 6-11 tahun.

Adapun syarat diperbolehkannya daerah tersebut setelah capaian vaksinasi sasaran umum dosis I mencapai 70 persen, dan capaian vaksinasi dosis I untuk lansia mencapai 60 persen ke atas.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

“Iya..jadi memang Insya Allah mulai hari ini vaksinasi untuk anak-anak di Jawa Timur sudah mulai akan kita laksanakan. Kemenkes RI sudah mengeluarkan KMK bahwa vaksinasi anak-anak sudah diperbolehkan untuk usia 6-11 tahun, termasuk sebelumnya sudah ada penegasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahwa vaksinasi di usia tersebut efektif dan aman,” tegasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Suntik Nanogold Diprediksi Lebih Cepat Meningkatkan Imun Tubuh

Kata dokter kelahiran 29 tahun lalu ini, bahkan telah dilakukan uji klinis bahaa vaksinasi pada usia tersebut aman dan efektif.

21 daerah yang telah memenuhi syarat bisa melaksanakan vaksinasi untuk anak adalah Kabupaten Banyuwangi, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Kediri, Lamongan, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto,Ngawi, Pacitan, Sidoarjo, Tuban, Kota Blitar Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, dan Kota Surabaya.

Berita Menarik Lainnya:  BPBD Jatim Semprot Disinfektan di Pasar Larangan Sidoarjo

Untuk pelaksanaan vaksinasinya bisa diselenggarakan di Puskesmas, maupun datang ke sekolah – sekolah yang telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.

Hari Ini Surabaya

Kata dr Jibril, hari ini Kota Surabaya sudah mulai proses melaksanakan vaksinasi anak – anak. Namun, yang terpenting sebelumnya yang perlu dipersiapkan adalah pemahaman terhadap orang tua.

“Yaa, tentu kita sampaikan tetap akan dilakukan skrining sebelum divaksinasi,” ujarnya.

Ada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan bagi anak untuk divaksinasi semisal sedang mengalami defisiensi imun primer, atau penyakit autoimun, ada penyakit sindrom pada anak, anak pengidap kanker yang sedang dilakukan radioterapi, atau anak yang sedang konsumsi imunosupresan, anak yang demam di suhu 37, 5 derajat atau lebih, anak yang baru sembuh kurang dari 3 bulan pasca imunisasi lainnya, pasca imunisasi lain kurang dari 1 bulan, ada penyakit kronis atau penyakit kongenital anak.

Berita Menarik Lainnya:  Pastikan Tercapainya Herd Immunity, Relawan Bodreks Data Ulang Warga RMB yang Belum Divaksin

“Kondisi hasil skrining di atas itu yang tidak memungkinkan anak untuk divaksinasi. Sehingga vaksinasi terlebih dahulu ditunda pemberiannya,” tandasnya lagi.

Soal dosis vaksinasi anak dilakukan setengah dosis orang dewasa. Berisi 3 mikrogram, dan pemberian dosis I ke dosis II berjarak 4 pekan atau 28 hari.

“Nah, hari ini bagi orang tua yang sekarang mendengar informasi dari kabupaten kotanya masing-masing yang sedang vaksinasi khususnya untuk pasti nasional 6-11 tahun silakan segera didaftarkan anaknya,” tegasnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280