Cegah Penularan Covid-19, Siswa SD Citrodiwangsan 02 Lumajang Lakukan Vaksinasi di Sekolah

Salah satu Siswi saat melakukan Vaksinasi
Salah satu Siswi saat melakukan Vaksinasi
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-LUMAJANG – Upaya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, SD Citrodiwangsan 02 Lumajang, melaksanakan vaksinasi kepada para siswa, Sabtu (26/3/2022).

Menurut Kepala Sekolah SD Citrodiwangsan 02 Lumajang, DRA Ida Husnia, kepada media ini mengatakan kalau vaksin Covid-19 ini diberikan kepada anak berumur 6 tahun ke atas, dan diberikan 2 kali dengan jarak 4 minggu.

Bacaan Lainnya

“Ini sudah masuk dosis kedua bagi siswa siswi disini, agar bisa mencegah masuknya virus Covid-19 ke dalam tubuh anak-anak,” katanya.

Kegiatan ini, dikatakan lagi oleh Ida Husnia, adalah sebagai langkah mencegah penularan virus Covid-19 pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah dilaksanakan sejak beberapa minggu yang lalu.

Berita Menarik Lainnya:  Mensos RI Temui Korban Banjir di Lawang, Wabup Malang Apresiasi Perhatian Pusat

Diketahui, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menerbitkan rekomendasi pemberian vaksinasi untuk anak usia 6 tahun ke atas.

Hal tersebut dikarenakan telah dikeluarkannya izin penggunaan darurat vaksin Sinovac untuk anak berusia 6-11 tahun oleh BPOM.

Syarat vaksin Covid-19 bagi anak usia 6 tahun ke atas diantaranya, dosis vaksin Covid-19 yang diberikan sebanyak dua kali pemberian dengan jarak dosis pertama ke dosis kedua yakni 4 minggu.

“Menggunakan vaksin Coronavac produksi Sinovac. Usia 6 – 12 tahun dengan kondisi sehat, tidak batuk panas dan selanjutnya diperiksa saat vaksinasi,” papar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, dr Bayu Wibowo Ignasius saat dimintai keterangan awak media.

Ads

Sebelum dan sesudah vaksinasi, kata dr Bayu, semua anak tetap memakai masker dengan benar, menjaga jarak, tidak berkerumun, jangan bepergian bila tidak penting.

Berita Menarik Lainnya:  Peduli Sesama, PT Teknindo Geosistem Unggul Gelar Donor Darah di HUT ke-25

“Pelaksanaan imunisasi mengikuti kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” tambahnya.

Namun sebelumnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum anak usia 6 tahun ke atas mendapatkan suntikan vaksin Coronavac atau Sinovac yang diberikan secara intramuskular dengan dosis 3ug (0,5 ml).

Ads

Namun vaksinasi Covid-19, menurut dr Bayu, tidak direkomendasikan bagi anak yang memiliki atau mengalami kontraindikasi, seperti efisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol.

“Memiliki penyakit Sindrom Gullian Barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis dan anak kanker yang sedang menjalani kemoterapi/radioterapi, itu tidak boleh vaksinasi,” imbuhnya.

Untuk anak yang sedang mendapat pengobatan imunosupresan/sitostatika berat, yang sedang mengalami demam 37,50 C atau lebih, anak yang baru sembuh dari Covid-19 kurang dari 3 bulan, pasca imunisasi lain kurang dari 1 bulan, anak atau remaja sedang hamil dan memiliki hipertensi dan diabetes melitus, dan atau penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital yang tidak terkendali, jelas kata dr Bayu, tidak diperkenankan vaksinasi.

Berita Menarik Lainnya:  Suntik Vaksin Selama Ramadan, Begini Kata Ulama dan Pemerintah di Jombang

Sementara untuk imunisasi anak dengan kanker dalam fase pemeliharaan, penyakit kronis atau autoimun yang terkontrol dapat mengikuti panduan imunisasi umum dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter penanggung jawab pasien sebelumnya.

“Sebelum dan sesudah vaksinasi semua anak tetap memakai masker dengan benar, menjaga jarak, tidak berkerumun, jangan bepergian bila tidak mendesak, ini yang terpenting,” pungkasnya.

Selain itu, IDAI menegaskan, rekomendasi ini sifatnya dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan bukti-bukti ilmiah yang terbaru.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800