Cak Firman Meminta Walikota Surabaya Tutup Tempat Hiburan

Silahkan Share ke :

Surabaya, Beritabangsa.com – Di tengah maraknya pro kontra pembatalan jadwal sejumlah pengajian dan tabligh akbar oleh sejumlah ormas dan tokoh agama serta fatwa peniadaan sholat jum’at oleh MUI, tokoh masyarakat Surabaya Firman Syah Ali malah mempertanyakan tempat-tempat hiburan malam yang belum ditutup.

Ini masjid-masjid sudah dibatasi tapi tempat hiburan malam masih merajalela, tolong Pemkot Surabaya dan aparat keamanan tegas menutup tempat-tempat hiburan malam tersebut hingga badai berlalu,” tandas Keponakan Prof Mahfud MD.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Ini suasana krisis, kita harus peka. Panti-panti pijat, bar, pub, karaoke, bioskop dan sejenisnya sangat berpotensi menularkan virus corona, lebih cepat ditutup itu lebih baik,” imbuh Koordinator Sahabat Mahfud MD Jawa Timur tersebut.

Berita Menarik Lainnya:  Lawan Omicron, Pemkab Malang Batasi Mobilisasi Masyarakat

Cak Firman juga meminta, dalam situasi tidak menentu ini segenap elemen masyarakat hendaknya mengikuti terus perkembangan sikap dan kebijakan pemerintah.

Masyarakat jangan terpengaruh medsos, ikuti saja perkembangan berita-berita valid tentang sikap, kebijakan dan keputusan pemerintah. Pemerintah itu ulil amri, kalau anda tidak mematuhi pemerintah, anda melanggar kewajiban sebagai umat islam,” pinta Pengurus Harian PW LP Ma’arif NU Jatim ini.

Cak Firman melihat pemerintah sudah berada pada jalur yang benar (on the right track) dalam penanganan wabah corona ini, yaitu menyerahkan pada ahlinya, melibatkan ahlinya, dan selalu mendengarkan pendapat para ahli.

Berita Menarik Lainnya:  Lolosnya Eri Cahyadi dari Proses Pleno, Cak Firman : Bawaslu Surabaya Kurang Kerjaan

Pemerintah memiliki aparat kesehatan yang diantaranya ahli virus, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk lebih mematuhi medsos daripada pemerintah,” ucapnya.

Selain itu, Cak Firman juga minta sikap fatalistik dibuang, sebab itu membahayakan orang banyak.

Kaum fatalis tetap saja nekat melakukan aktivitas sosial yang bersifat masif tanpa peduli resiko kesehatan orang banyak dengan semboyan “Kami tidak takut corona, kami tidak hanya takut pada Allah“.

Maka dari itu, Cak Firman menyebutkan manusia paling cinta dan takut pada Allah SWT itu adalah Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, namun Nabi Muhammad SAW tetap saja berusaha secara fisik menghindari penyakit menular dan melarang orang berpenyakit menular berjamaah ke Masjid.

Berita Menarik Lainnya:  Waspada Penyebaran Covid-19, Kepala Desa Batuporo Barat Gandeng Banyak Elemen Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Kita jangan merasa lebih hebat dari Rasulullah SAW, Rasulullah saja berikhtiar secara fisik untuk menghindari penyakit menular, kok kita tidak? Di luar negeri orang yang melanggar Social Distance dikenai pasal pembunuhan,” lanjut tokoh yang oleh Gus Yaqut disebut sebagai Ketua GP Ansor Dunia Maya ini.

Untuk itu, dirinya Sebagai warga kota Surabaya akan mematuhi Walikota, siapa lagi yang akan dipatuhi kalau bukan walikota.

Tapi karena ini negara demokrasi, ijinkan saya memberikan masukan agar Walikota tegas menutup tempat-tempat hiburan selama musim corona. Mari kita berdoa semoga wabah corona ini segara berlalu,” pungkas Arek Wonocolo yang juga Bakal Calon Walikota Surabaya ini.

Reporter : Ais

banner 600x310

Pos terkait