Kades dan Perangkat Digembleng, Bupati Salwa: Harus Paham Regulasi

Bupati Bondowoso
Bupati Bondowoso, Drs. Salwa Arifin
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BONDOWOSO – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bondowoso menggelar bimbingan teknis peningkatan kapasitas kepala desa, dan perangkat desa di Aula Sabha Bina Praja 2, Senin (30/5/2022).

Bupati Bondowoso, Drs Salwa Arifin, mengatakan, pemerintah desa mempunyai peran penting dalam pembangunan di desa serta pemberdayaan masyarakat. Untuk menjalankannya dibutuhkan sumberdaya manusia yang produktif.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

“Tak hanya produktif, tapi juga harus handal serta profesional dalam menjalankan peran dan fungsinya,” ujarnya.

Saat ini, kata Bupati Salwa, desa dituntut untuk mampu mengelola anggaran yang cukup besar sehingga kades, perangkat desa, dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) harus paham tentang regulasi yang berlaku dalam pelaksanaan pembangunan.

Berita Menarik Lainnya:  Pilwali Surabaya, Lia Istifhama: Prestasi Risma Menjadi Pendorong Kuat

“Pahami regulasi yang ada, sehingga risiko kesalahan administrasi akan terhindari. Jangan ada kegiatan fiktif,” pesannya.

Ads

Selain itu, Bupati Salwa berharap, sumber-sumber aset potensi desa bisa dijadikan meningkatkan pendapatan asli desa baik dari Bumdes, dan potensi alam milik desa.

“Tingkatkan penerimaan pendapatan dari pajak dan retribusi desa,” ujar orang nomor satu di Bondowoso itu.

Sementara itu, Kadis PMD Bondowoso, Haeriyah Yuliati, mengatakan, dengan digelarnya bimtek, pihaknya berharap kepala desa mempunyai pengetahuan yang cukup dalam mengetahui tugas dan fungsinya.

“Ketika sudah memahami tugas dan fungsinya, bisa memberikan pelayanan yang baik. Harapannya bisa bekerja lebih maksimal, lebih profesional sebagai kepala desa,” tutur mantan Kadis Kominfo Bondowoso itu.

Berita Menarik Lainnya:  Salah Satu Istri Kepala Dinas Bondowoso Diduga Positif Covid-19

Haeriyah menerangkan, bimtek peningkatan kapasitas kepala desa ini dibagi menjadi dua angkatan karena jumlah peserta terlalu banyak.

“Hari ini, ada sepuluh kecamatan dan 93 desa dengan 103 peserta. Untuk yang besok, ada 116 peserta terdiri dari 13 kecamatan dan 106 desa,” ujarnya.

Selain melakukan bimtek ini, lanjut Haeriyah, pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi secara intens ke setiap desa.

“Evaluasi tentang pelaksanaan pemerintahan maupun monitoring pengelolaan DD (Dana Desa) maupun ADD (Anggaran Dan Desa),” pungkasnya.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait