Jika Rekom PKB Diberikan “Last Minute” Pada Pilkada Sidoarjo, Pengamat: Sangat Merugikan Cabup

Sidoarjo, Beritabangsa.com – Tiga Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berebut rekom DPP PKB untuk maju sebagai Calon Bupati Sidoarjo pada gelaran Pilkada tahun 2020 ini. Ketiganya adalah Amir Aslichin (Mas Iin), Nur Ahmad Syaifuddin (Cak Nur), dan Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor).

Hingga saat ini DPP PKB belum memberikan rekom pada salah satunya. Tetapi, tiga-tiganya sama-sama optimis bisa mendapatkan rekomendasi dari Partai Pimpinan Muhaimin Iskandar ini.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Tapi, teka-teki kepastian siapa yang akan mendapatkan dukungan hingga saat ini belum terjawab. Banyak spekulasi berkembang bahwa PKB akan mengeluarkan rekomendasi Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sidoarjo di detik-detik terakhir (last Minute) penutupan pendaftaran calon di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

Pengamat Politik dari Lembaga Survei Accurate Research & Consulting Indonesia (ARC Indonesia), Rusman Hadi menjelaskan bahwa rekomendasi calon diberikan pada detik-detik terakhir pendaftaran sah-sah saja sebagai strategi politik.

Berita Menarik Lainnya:  BariKade Gus Dur Dorong Pemprov Jatim Jangan Lelah Tangani Covid-19

“Tapi harus cermat dihitung untung ruginya,” tukas pria yang akrab disapa Rusman.

Tetapi, Direktur Komunikasi Publik ARC Indonesia bila dilihat dinamikanya, PKB lebih tepat mengeluarkan rekomendasi tidak pada detik-detik terakhir. Itu akan lebih menguntungkan pada pasangan calon yang direkomdasi. Sebab, lebih memiliki banyak waktu untuk melakukan konsolidasi dukungan bila telah memiliki kepastian.

“Termasuk lebih memiliki waktu untuk menetralisir konflik internal akibat kekecewaan, bagi kader yang tidak mendapatkan rekom,” ungkapnya.

Tetapi, bila rekomendasi diberikan detik-detik terakhir, dikhawatirkan akan menimbulkan kekecewaan yang sangat berat pada yang tidak mendapat rekom. Sedang mereka juga serius bergerak sebelum-sebelumnya ke masyarakat untuk mendapat simpati masyarakat agar Partainya juga merekom.

“Ibarat orang laki-laki sedang berjuang mendapatkan cinta pujaan hatinya, terus diberi harapan, dan ternyata pujaan hatinya juga memberikan harapan kepada beberapa orang, semua digantung, setelah sekian lama berjuang akhirnya hanya satu yang dipilih, itu sakitnya pasti sangat dalam bagi yang tidak dipilih, kekecewaannya itu bisa menjadi kekuatan, bisa melakukan apa saja untuk menghalangi hubungan pujaan hatinya,” tandas Rusman sambil tertawa ketika memberikan perumpamaan tersebut.

Berita Menarik Lainnya:  Akan Bangun Food Estate, DTPHP Malang Tunggu Kajian Mendalam

Hal tersebut, kata Rusman akan menimbulkan kekecewaan yang sangat berat, mendalam, berpekanjangan dan semakin sulit untuk dinetralisir. Tak hanya itu, dirinya memprediksi, kekecewaan kader yang tidak mendapatkan rekomendasi bisa saja dengan tidak mendukung kader yang dijagokan PKB. Meski, kader tersebut juga tidak bisa maju di Pilkada.

“Bisa saja mereka memiliki pikiran yang penting bukan yang direkom PKB yang menang, sehingga memberikan dukungan ke calon lain, meski dengan tidak terang-terangan, ini malah berbahaya,” kata Rusman.

Tak hanya itu, kekecewaan yang sama juga pasti akan dialami oleh para pendukung atau loyalis para kader PKB yang tidak mendapatkan rekomendasi Partai. Apabila kecewa berat, mereka (Para Pendukung) bisa bergerak lebih massif lagi untuk menghadang calon yang diusung PKB, sebagai ekspresi kekecewaan. “Itu yang berbahaya,” jelas Rusman.

Berita Menarik Lainnya:  Nasdem Malang Optimis Target 12 Kursi di Pileg 2024 Tercapai

Idealnya, menurut Rusman, sebagai Partai Pemenang di DPRD Sidoarjo, dan memiliki banyak kader yang dikehendaki publik memimpin Sidoarjo. PKB tidak terlalu mengekang kadernya, bila perlu PKB mempersilahkan kader yang tidak mendapatkan rekomendasi Partai digandeng oleh Calon-calon yang memiliki potensi bagus untuk memenangkan PIlkada Sidoarjo. Entah, diposisi Sidoarjo satu atau diposisi Sidoarjo dua.

“Dengan begitu sebagai Partai Pemenang tidak akan kehilangan kadernya dipucuk pimpinan Sidoarjo, siapapun yang menang bisa ada kader PKB di dalamnya,” pungkasnya.

Diketahui, PKB di Kabupaten Sidoarjo merupakan Partai pemenang di Parlemen. Sehingga meski tidak melakukan koalisi tetap bisa mengusung calon di Pilkada Sidoarjo. Sehingga, sangat memungkinkan untuk menentukan rekomendasinya pada calon Pilkada Sidoarjo.

Reporter : Ais

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *