Cegah Kepanikan Harga, Gubernur Kumpulkan Bupati / Wali Kota se Jatim

Gubernur
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA– Kepala daerah mana yang tidak panik. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bisa memicu inflasi. Bahkan agak panik, agar seluruh kepala daerah bertemu dan sinergi.

Secara khusus Gubernur Khofifah mengundang bupati dan wali kota se Jatim di Surabaya. Membahas inflasi dan cara yang bisa dilakukan.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Khofifah juga meminta bupati/ wali kota untuk bisa melakukan koordinasi secara intensif dengan seluruh jajaran untuk melakukan langkah-langkah strategis karena ada kekhawatiran kalau penyesuaian harga di beberapa daerah yang sangat fluktuatif.

Hal itu menurutnya akan berpotensi membuat daya beli masyarakat turun. Kalau daya beli turun dan tidak diantisipasi maka ia khawatir kemiskinan potensial bisa bertambah.

Berita Menarik Lainnya:  Bersamaan dengan Maulid, Bupati Lantik Pengurus BWI Bondowoso

“Mari kita antisipsi semua situasi ini dengan baik sehingga daya beli masyarakat tetap tinggi, salah satunya melalui bantalan-bantalan ekonomi dan sosial ini. Itulah kenapa kita meluncurkan total ada Rp. 257 Miliar untuk bantalan ekonomi dan bantalan sosial di dalam proses pengendalian inflasi di Jawa Timur,” katanya.

Khofifah mengatakan, jumlah ini sebetulnya tidak besar. Oleh karena itu, ia meminta dana transfer umum dari kabupaten/kota menjadi bagian yang sangat penting untuk disegerakan, diluncurkan dan dipastikan sampai kepada masyarakat dengan baik dan tepat sasaran.

Selain itu, lanjutnya, BPS juga tengah melakukan Rakor Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Kab/Kota di Jatim. Untuk itu ia meminta Bupati/Walikota dapat membangun komunikasi dan koordinasi dengan BPS. Serta berkoordinasi dengn camat di masing-masing kabupaten kota.

Berita Menarik Lainnya:  PB PMII Desak Jokowi Mundur dari Presiden

“Tolong panjenengan timbali kepala desa dan lurah di masing-masing kabupaten kota. Komunikasi dan koordinasi harus dibangun karena ini akan memberikan penguatan dari input satu data Indonesia. Ini menjadi bagian yang sangat penting karena pertama kali dilakukan selama Indonesia ada, karena anggarannya besar dan ini anggaran pusat,” jelasnya.

“Inilah cara untuk bisa melakukan verifikasi dan validasi data jangan sampai kemudian ada kesalahan-kesalahan sasaran di dalam memberikan program-program perlindungan sosial,” imbuhnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah mengapresiasi, seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemprov Jatim karena berbagai penghargaan berhasil diraih Pemprov Jatim.

“Terima kasih kepada seluruh ASN yang menjadi bagian dari penguatan kinerja Pemprov Jawa Timur,” katanya.

Menurutnya, sinergi dan kolaborasi merupakan kunci penting dari suksesnya industri 4.0.

“Dan sekali lagi kolaborasi dan sinergi ini juga penting dalam upaya penurunan kemiskinan dan pengendalian inflasi,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  Polres Tanjung Perak dan TNI Jaga Ketat 14 SPBU

“Sekali lagi kami mohon bupati/wali kota supaya proses pengendalian inflasi dan upaya menjaga daya beli masyarakat sehingga kemiskinan tetap dapat kita turunkan” katanya.

“Terima kasih semuanya mudah-mudahan seluruh prestasi dan ikhtiar ini akan memberi manfaat yang besar bagi kemajuan Jawa Timur, terutama kabupaten kota seluruh Jawa Timur,” imbuhnya.

Di sini, Khofifah menyerahkan simbolis kepada 5 sopir bemo -penerima pembebasan pokok pajak kendaraan bermotor (P4KB) angkutan umum, daj barang, 5 penerima program asistensi sosial penyandang disabilitas, serta 5 orang pemberian token listrik untuk masyarakat miskin.

Acara ini dihadiri jajaran Forkopimda Jatim, bupati/wali kota se-Jatim, para Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, serta jajaran BUMD di lingkungan Provinsi Jatim.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280