Bupati Bondowoso: Terpapar PMK Tak Boleh Jadi Hewan Kurban

Bupati
Bupati Bondowoso Salwa Arifin
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BONDOWOSO- Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin, pengasuh pondok pesantren Mambaul Ulum, Tangsil Wetan, menegaskan, selama hewan ternak belum dinyatakan sembuh 100 persen, dilarang dijadikan hewan kurban.

Hal itu demi keselamatan masyarakat, khususnya para penerima daging kurban.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Bupati Salwa : Pilkades Serentak Taati Prokes
banner 1920x1080

“Kalau dagingnya diberikan takut kena ke manusianya,” kata Ketua DPC PPP Bondowoso.

Bupati Salwa juga mengimbau kepada masyarakat, agar tidak termakan isu atau informasi hoax yang beredar di masyarakat. Seperti jika sudah terkena PMK, maka tidak dapat disembuhkan kembali.

“Itu jelas tidak benar, ternak yang terpapar dapat disembuhkan dalam jangka waktu dua pekan, asal ditangani dengan baik dan benar. Itu informasi hoax. Bisa disembuhkan sebenarnya,” imbuhnya.

Menjelang hari raya Idul Adha, penanganan serta pengawasan terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi harus lebih optimal.

Berita Menarik Lainnya:  PDIP Resmi Rekom Eri-Armudji di Pilwali Surabaya, Pengamat : Pilihan Realistis Pertahankan Kursi Walikota

Mengingat waktu itu, menjadi momen untuk menyembelih hewan ternak. Jumlah kasus PMK di Bondowoso menjelang hari raya Idul Adha, semakin menunjukan tren kenaikan. Bahkan tidak hanya sapi saja, sejumlah kambing juga sudah ikut terpapar penyakit itu.

Berdasarkan data, total sapi yang masih sakit hingga Selasa, 21 Juni 2022 berjumlah 3.445 ekor.

Kemudian yang sembuh sebanyak 64 ekor. Mirisnya jumlah sapi meninggal naik menjadi 20 ekor.

Berita Menarik Lainnya:  Sabu 8,5 Miliar Dimusnahkan Kejari Sidoarjo

Bupati Bondowoso, Salwa Arifin mengatakan, pihaknya telah membentuk Satgas untuk menangani PMK di Bondowoso.

“Mereka diperintahkan untuk bekerja secara maksimal, sehingga penularan penyakit satu ini bisa segera ditangani. Khususnya menjelang hari raya Idul Adha,” ungkapnya.

“Biasanya para Satgas, para dokter hewan banyak yang mengunjungi para peternak, yang bermasalah itu terus ditangani,” pungkasnya.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait