Bonek Tribun Family Ucapkan Belasungkawa atas Tragedi di Malang

Bagus mengendong anaknya tahun 2012 saat Persebaya vs Persija
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Pertandingan hidup mati antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Liga 1, berakhir ricuh. Pemicunya supporter tak terima laga berakhir dengan skor 2-3. Ulah pendukung yang tidak sportif itulah merenggut 129 nyawa mati sia-sia, Sabtu (1/10/2022).

Arema bermain di kandang sendiri justru gagal memetik kemenangan dari rivalnya Persebaya dan ini membuat ribuan supporter dan fans Aremania mengamuk.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Dalam Penerapan MBS, Sekolah Wajib Bermitra dengan Komite
banner 1920x1080

Begitu wasit Agus Fauzan Arifin, meniup peluit panjang, supporter Arema langsung masuk ke dalam lapangan untuk melupakan kekalahannya dan menyerang kubu Persebaya dengan lemparan batu dan botol air mineral.

Bukan hanya pemain yang diserang, aparat keamanan juga tak luput dari serangan kebrutalan supporter Aremania.

Petugas keamanan dari TNI dan Polri nampak kewalahan mengamankan supporter Aremania yang ngamuk mencoba masuk ke dalam lapangan saat laga usai.

Berita Menarik Lainnya:  Air Mata Warnai Takziyah Gubernur Khofifah ke Keluarga Sertu Eka

Dalam insiden ini ratusan suporter Aremania dinyatakan meninggal dunia.

Bagus atau Cak Gren, fans berat supporter Persebaya Surabaya, mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya ratusan supporter Arema semoga amal kebaikannya diterima di sisi-Nya, kami juga menyangkan atas terjadinya musibah ini.

‌”Walau Arema rival berat Persebaya, kalau sudah banyak nyawa yang melayang, kami sebagai manusia juga merasa kasian nyawanya harus melayang demi tim kebanggaan,”ungkap Bagus kepada beritabangsa.com, Minggu (2/10/2022).

Bagus juga berpesan, jika dalam Liga sementara liga 1 harus ada evaluasi.
Soal jadwal pertandingan di jam malam diminta ditiadakan saja. Maka deklarasikan bagi seluruh supporter untuk perdamaian agar tidak ada permusuhan. Jangan sampai terjadi lagi ada korban meninggal saat mendukung klub kebanggaan.

Berita Menarik Lainnya:  Nurul Jadid Probolinggo Cukur Gundul Ponpes Bani Rancang 15-0

“Dukanya hilang, namanya kembali terlupakan hastag nya tenggelam, supporter kembali bersorak. Tetapi ibunya seumur hidup membenci sepak bola. Tidak ada sepak bola sebanding dengan nyawa manusia,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait