Relawan Pendamping RSLI Launching ‘Buku Saku Peduli Isoman’

Para Relawan RSLI saat melaunching buku saku isoman
Keterangan foto : Para Relawan RSLI saat melaunching buku saku isoman
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Surabaya – Relawan pendamping Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya (RSLI) melaunching buku ke-empat berjudul “Buku Saku Peduli Isoman” yang merupakan hasil diskusi dan kompilasi serta buah karya tim perumus yang sudah bekerja sejak awal Juni 2021.

Di saat mulai merebaknya serangan varian baru delta di Indonesia, khususnya di Jawa Timur yang mencapai puncaknya.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Acara yang dikemas secara hybrid, yakni virtual melalui zoom meeting dan live-IG Relawan pendamping serta secara offline di Rumah Sakit Lapangan Indrapura, Jl. Indrapura No. 17 Surabaya.

Acara dibuka dan dipandu oleh Aprilia Damayanti, Relawan PPKPC-RSLI yang juga bersama Kevin Rezananta Purnomo, S.M. mengomandani penyusunan buku tersebut.

“Hari ini kita launching Buku Saku Peduli Isoman. tidak ada kata terlambat untuk launching buku ini. Pandemi Covid-19 yang meningkat tajam serta merenggut banyak korban jiwa akibat varian delta di bulan Juni dan Juli 2021, memicu kita semua untuk merespon dan berbuat lebih sehingga dapat berkontribusi dan harapannya pandemi segera selesai,” jelas Radian Jadid Komandan Relawan Pendamping dalam sambutannya.

Kehadiran buku ini adalah bagian dari upaya perbaikan dan pemberian nilai tambah atas apa yang sudah ada sehingga diharapkan buku saku ini semakin bermanfaat untuk sekarang dan di masa depan.

Berita Menarik Lainnya:  Tampil Sporty dan Trendy, Bupati Bojonegoro Semarakkan Jalan Santai

”Terima kasih kepada relawan, mitra dan jejaring, para pakar dan narasumber serta semua pihak yang telah membantu dan mendukung penuh dalam terwujudnya buku ini. Mari terus bersinergi untuk membantu pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama melawan pandemi,” harap Jadid.

Dalam pemaparan singkat oleh Dr. Erwin Astha Triyono, dr., Sp.PD., KPTI., FINASIM. (selaku DPJP dan Konsultan RSLI serta dewan pakar dalam penyusunan buku ini), disampaikan bahwa Covid-19 bukan hanya problem medis, tapi juga problem sosial.

“Untuk itulah dibutuhkan relawan medis untuk menangani problem medis dan relawan sosial untuk mengatasi problem sosial. Hari ini menjadi momen untuk mencerdaskan masyarakat melalui relawan peduli sekitar, sahabat belajar, dan relawan merah putih, relawan dapur umum, ruang pasien, YKMS dan banyak jaringan relawan lainnya,” ujarnya.

Covid-19 memang betul bisa selesai kalau kita satu visi dan satu misi dalam menuntaskannya.

“Hal mendasar yang terus selalu kita pegang, bahwa Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan penularan lewat droplet melalui tiga lubang, yakni hidung, mulut dan mata. Masa inkubasinya 3-4 hari hingga sampai 14 hari. Maka kuncinya pencegahannya adalah dengan diterapkannya kepada masyarakat untuk melaksanakan 6M,” imbuhnya.

Berita Menarik Lainnya:  SMSI Launching, M Nuh: Siberindo.co Adalah Sebuah Harapan

Sedangkan memutus mata rantai penularan juga harus didikung dengan penerapan 3T yang konsisten dan berkesinambungan

“Untuk penanganan Covid-19 saat ini masih terus berkembang dan dilakukan dalam koridor manajemen klinis Covid-19. Belum ada panduan yang memastikan terkait obat covid, semua tergantung gejala yang diakibatkan Covid-19,” papar Dr.Erwin.

Kevin Rezananta Purnomo, S.M. selaku Koordinator tim penyusun buku menjelaskan, bahwa Buku Saku Peduli Isoman ini merupakan bentuk pendampingan baru dari relawan pendamping yang berkolaborasi dengan sejumlah komunitas agar terintegrasinya informasi dan berbagai bantuan.

“Buku ini ditujukan untuk masyarakat agar lebih dapat memahami prosedur isolasi mandiri, dengan dibimbing secara kajian medis oleh dua dokter spesialis RSLI, yakni Dr. Erwin Astha Triyono, dr., Sp.PD., KPTI., FINASIM dan Dr. Christrijogo Sumartono, dr., SpAn-KAR., maka buku ini menyajikan edukasi kategori gejala, kriteria isoman, hal hal yang menunjang isoman,” paparnya.

Juga disampaikan hal-hal diluar medis yang sangat terkait dalam mewujudkan keberhasilan pelaksanaan isoman. Dalam buku saku terdapat dua jenis call center yaitu call center pendampingan dan call center non medis serta mencantumkan indikasi kondisi darurat serta nomor darurat RS rujukan, serta panduan Self Assessment yang digunakan monitoring kondisi pasien selama isoman.

Buku ini juga memuat Informasi Kesembuhan berdasarkan KMK.

Berita Menarik Lainnya:  Satlantas Polres Tanjung Perak Launching Ambulans Gratis

“Keberadaan dan kontribusi jaringan relawan lebih banyak melayani kebutuhan non medis. Berbagai permasalahan di luar medis dapat dikomunikasikan kepada para relawan melalui chat ke Call Center relawan pada jam 8 pagi hingga jam 8 malam untuk mendapatkan informasi dan bantuan non medis, pada pesan otomatis,” ungkap Nabilla Fadlina Azhari, S.T. dari Komunitas Peduli Sekitar.

“Juga akan didapatkan informasi layanan ambulan, jaringan apotik, layanan konsultasi non darurat, tele-medis, keperluan support pangan dan sembako, pemulasaraan jenazah serta berbagai bantuan logistik lainnya selama isoman,” tambahnya.

Informasi yang masuk tentunya akan diassesment dan diverifikasi dengan cepat dan apabila sudah sesuai segera dilakukan tindak lanjut dan penyaluran bantuan.

Kegiatan ini didukung oleh beberapa komunitas di Surabaya seperti, Peduli Sekitar, Ruang Pasien, Dapur Umum Posko Relawan Peduli Pandemi, dan Relawan Merah Putih, Yayasan Kreativitas Membangun Seindonesia.

“Komunitas-komunitas tersebut saling bersinergi dalam hal logistik yang meliputi rumah singgah, konsumsi, ambulans, pemulasaran jenazah, dan sebagainya,” katanya.

“Sinergi, kolaborasi dan gotong-royong potensi kebaikan dalam bingkai kemanusiaan merupakan kontribusi yang sangat berarti dalam mengatasi pandemi covid-19 sekarang ini,” pungkas Nabila.

Prosesi simbolis Launching Buku Saku Peduli Isoman berupa penyerahan buku kepada perwakilan sejumlah komunitas relawan yang nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280