PKC PMII Jatim Kedaluwarsa, Tak Kunjung Konkoorcab Kader Teriak

Kader PMII Unsuri Sidoarjo, Fahruddin | Foto: Muslim
Kader PMII Unsuri Sidoarjo, Fahruddin | Foto: Muslim
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Sidoarjo – Sejumlah kader, dan pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Jawa Timur teriak. Mereka menyesalkan tidak segera dilakukan Konferensi Koordinator Cabang, mengingat masa bhakti Pengurus Koordinator Cabang (PKC) sudah berakhir lama, sejak Oktober 2021.

Mereka meminta Pengurus Besar PMII dan Cabang – cabang PMII se Jatim untuk respon dan tidak membiarkan PKC Jatim sehingga tidak memiliki kekuatan hukum.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Korelasikan Jiwa Pesantren dan Sosial, PK PMII Taswirul Afkar Gelar Mapaba ke - X

Para kader PMII ini menuding semua produk yang dikeluarkan PKC setelah Oktober 2021 menjadi tidak sah. Akibat tidak segera dilakukan Konkoorcab, juga berakibat buruk. Sejumlah kegiatan kaderisasi di Cabang kehilangan ruh dan kesakralannya.

Fahrudin, pengurus komisariat PMII Universitas Sunan Giri Cabang Sidoarjo, mengatakan akibat tidak segera digelar Konkoorcab itu kesakralan rekrutmen Kader menjadi hilang.

“PKC Jatim sudah sangat kedaluwarsa,” ujarnya, kepada media ini, Rabu (14/12/2021) via selulernya.

Berita Menarik Lainnya:  Inilah Profil Penyerang Anyar Persebaya Arsenio Valpoort Asal Belanda

Secara konstitusi organisasi, maka PKC dilarang menghadiri acara formal yang digelar Cabang se Jawa Timur, atau acara nasional mewakili PKC.

Secara organisasi Konkoorcab itu sudah harus digelar Oktober 2020. Karena masa jabatan PKC berakhir pada tanggal 25 – 28 Oktober 2020,

“Dalam AD/ART jelas, pasal 19 ayat 9, jabatan Ketum PKC itu dua tahun,” jelasnya.

Rudi juga menyesalkan Pengurus Cabang PMII se -Jawa Timur yang membiarkan PKC Jatim sampai saat ini tidak melakukan konferensi.

Berita Menarik Lainnya:  Jelang MotoGP, Dandim 1615 Lombok Timur Ajak Warga Jaga Kamtib

“Efek dari molornya Konkoorcab ini banyak kader yang menjadi korban. Kesakralan acara kaderisasi yang ada di Cabang cabang jadi hilang,” tuturnya.

Selain itu, Rudi juga menanyakan keseriusan Pengurus Besar PMII dalam menjalankan AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO) yang ada.

“PB PMII juga tidak serius. Buktinya membiarkan PKC Jawa Timur yang sudah kedaluwarsa. Kami selaku kader berharap ada kebijakan tegas pada PKC dan PC yang sudah melanggar, agar pelanggaran ini tidak menjadi tradisi jelek dan preseden buruk bagi PMII,” tutupnya.

banner 600x310
banner 1024x1280