Jika Usulan DPRD Surabaya Tentang Izin Operasional Minimarket Tak Direspon, Ini yang Akan Dilakukan Karang Taruna

Surabaya, Beritabangsa.com – Dengan ditetapkannya oleh pemerintah pusat tentang Covid-19 di Indonesia ini sebagai bencana nasional, Karang Taruna Kelurahan Bongkaran Surabaya mendukung usulan atau permintaan DPRD Surabaya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) untuk tidak memperpanjang izin operasional supermarket atau minimarket.

Sebab, menurut Haris selaku Ketua Karang Taruna Kelurahan Bongkaran, dalam kondisi Pandemik Covid-19 ini yang diuntungkan adalah supermarket dan minimarket.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Para penjual kelontongan bahan sembako di perkampungan saat ini mulai kekurangan bahan baku yang dibutuhkan masyarakat. Belum lagi adanya supermarket yang seringkali mengeluarkan berbagai promo bahan sembako atau kebutuhan masyarakat menengah kebawah,” katanya saat dikonfirmasi Beritabangsa.com, Selasa (15/4/2020)

Berita Menarik Lainnya:  Kartar Sampang Berikan Bimtek Untuk Anggota Se-Kecamatan Omben

Untuk itu, dirinya meminta kepada Pemerintah Kota Surabaya harus benar-benar tegas dan serius dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Pemkot jangan tebang pilih hanya melihat beberapa pasar dan beberapa warung kopi yang ditutup akibat kebijakan Pemkot surabaya. Kita melihat Supermarket atau minimarket seperti Indomart dan Alfamart tidak punya kepekaan sosial,” tegas Haris.

Beberapa pengelola mini market seperti Alfamart, Alfamidi, Indomart dan Cirkel K tidak peka terhadap kondisi sosial saat ini. Ketidak pekaan inilah yang menjadi sorotan kalangan Dewan, dan kami sangat mendukung penuh,” imbuhnya.

Berita Menarik Lainnya:  Antusias Warga Sidotopo Bayar PBB

Selain itu, hal tersebut menjadi keuntungan besar bagi pengelola supermarket ataupun minimarket, sebab kebutuhan pokok rumah tangga atau sembako menjadi pusat perhatian masyarakat.

Ditambah lagi masih belum meratanya bantuan sosial berupa sembako yang diberikan oleh pemerintah Kota kepada Masyarakat di Surabaya,” terangnya.

Jika usulan atau permintaan DPRD Surabaya tidak segera direspon oleh Pemkot surabaya, maka pihaknya akan mengkampanyekan ‘Gerakan Belonjo Nang Warung Kelontongan

Kami akan menggerakan dan mengajak seluruh Karang taruna Kelurahan dan Kecamatan yang ada di Surabaya, mengkampanyekan Gerakan Belonjo Nang Warung Kelontongan, agar masyarakat tidak membeli kebutuhan pokok di Supermarket atau Minimarket. Karena hal itu bisa untuk saling bahu-membahu membantu perekonomian tingkat bawah,” tandasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Gelar Konferensi, Pengurus PAC Ansor Pujer Diharapkan Lebih Baik Kedepan

Di kondisi saat ini, Haris menjelaskan, Pemerintah kota bukan waktunya lagi menghitung profit ataupun loss secara bisnis. Kondisi saat ini harus menjadi perhatian bersama.

Ini tidak lagi berbicara untung rugi perekonomian kota, tetapi bagaimana kita bersama-sama saling bahu membahu agar selamat dari wabah Covid-19. Pemkot Surabaya juga mempunyai kewajiban membantu perekonomian masyarakat yang di liburkan akibat kebijakan atau himbauan pemerintah dan akibat kena PHK pengurangan karyawan,” pungkasnya.

Reporter : Ais

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *