14 Hari Operasi Patuh, Kedepankan Preemtif, Preventif, dan Humanis

Polres Lumajang
Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan didampingi Kasatlantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho, saat mengimbau masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-LUMAJANG- Selama 14 hari ke depan digelar Operasi Patuh Semeru 2022 di Kabupaten Lumajang, agar masyarakat patuh peraturan tata tertib berlalu lintas.

Hal ini disampaikan Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan didampingi Kasatlantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho, saat mengimbau masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas tidak hanya saat ada razia saja.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

“Hari pertama ini diisi pembagian brosur, imbauan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Perempatan Lampu Merah Tugu Adipura Lumajang,” kata Kapolres kepada awak media, Senin (13/6/2022).

Ads

Operasi dimulai hari ini Senin, 13 Juni sampai 26 Juni 2022, menyasar 8 pelanggaran.

Berita Menarik Lainnya:  Indahnya Kebersamaan, Kapolres Jombang Penuhi Permintaan Tahanan, Bukber dengan Menu Spesial

Jenis pelanggaran diantaranya, tidak memakai helem, pengendara di bawah umur, memakai ponsel saat berkendara, tidak menggunakan sabuk pengaman, pengendara di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, berboncengan tiga, dan kendaraan over load (odol).

Ads

“Operasi kali ini mengedepankan preemtif dan preventif, humanis dan persuasif, dalam rangka meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat berlalu lintas kecuali yang bisa di nilai pengguna jalan bisa menimbulkan Kamseltibcarlantas, rawan atau berbahaya bagi pengemudi sendiri, atau orang lain, maka akan diberi tindakan preemtif,” jelas AKBP Dewa Putu.

Kata mantan Kapolresta Madiun ini, masyarakat diminta selalu tertib berlalulintas, dan menciptakan Kamseltibcarlantas sehingga Kabupaten Lumajang benar-benar aman bagi pengguna kendaraan.

Berita Menarik Lainnya:  Kapoldasu Tinjau Vaksinasi di Asahan

“Dalam operasi Patuh Semeru 2022, Polres Lumajang akan melibatkan mobil Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR). Mobil INCAR ini akan beroperasi di jalanan dan akan melakukan perekaman terhadap pelanggar lalulintas,” paparnya lagi.

INCAR mobil ini, kata pria kelahiran kota Kupang, NTT ini, adalah sebuah mobil patroli lalu lintas yang nanti akan bergerak secara dinamik. Mobil ini akan merekam pelanggaran lalu lintas, jadi nanti metode sama dengan ETLE.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait