PKC PMII Jatim Menolak Tegas Keberadaan KAMI

Surabaya, Beritabangsa.com – Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur (Jatim) Abdul Ghoni dengan tegas menolak keberadaan organisasi KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia)

“Menyelamatkan Indonesia seperti apa, wong Indonesia masih aman-aman saja. PMII Jatim menilai, KAMI ini merupakan gerakan manuver yang menginginkan pergantian kekuasaan, jelas kami menolak keberadaan KAMI,” tandasnya saat dikonfirmasi. Sabtu (5/9/2020).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Gerakan Digitalisasi Jadi Target PMII Surabaya Yang Baru Dilantik
banner 1920x1080

Menurut Ghoni, sejatinya dalam perspektif organisasi atau perkumpulan apapun tidak bisa dilarang kecuali organisasi terlarang dan mengindikasikan ingin merubah pancasila atau organisasi yang berpotensi membuat makar.

“Yang tidak disepakati dari gerakan KAMI ini, karena KAMI merupakan gerakan politik yang berbungkus dan mengklaim gerakan moral. Jika kita bisa lihat, beberapa tokoh deklaratornya seperti Din Syamsudin, Gatot Nurmantio. Adanya nama tersebut bisa kita lihat, itu merupakan gerakan bias terhadap pasukan sakit hati pasca Pilpres,” ungkapnya.

Berita Menarik Lainnya:  Khofifah Ingatkan Kader PMII Agar Siap Hadapi Tantangan ke Depan

Dirinya menyebut, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia hanya merupakan gerakan multitafsir. Gerakan dengan arti menyelamatkan Indonesia dengan cara menyampaikan pemerintahan ini gagal dan perlu diselamatkan.

“Sudah jelas kan output tujuan organisasi KAMI ini, hidden agendanya untuk berupaya menggantikan kekuasaan politik yang masih sah,” katanya.

Ghoni menilai, publik harus melihat sejarah penyelamatan dari rezim ke rezim, atau yang disebut promotor transisi, dari transisi orde lama ke orde baru dan transisi orde baru ke reformasi di pelopori para pemuda yang tidak punya kepentingan politik kekuasan, pemuda waktu itu murni ingin menyelamatkan Indonesia.

Berita Menarik Lainnya:  Gandeng Artis Ibukota, Cawabup Astiti Blusukan ke Pasar Sukodadi dan Sekaran

“Kalau sekarang apa, komposisi KAMI hanya di isi oleh para orang orang tua yang pernah berkontestasi dalam pilpres meski tidak secara langsung terlibat. Jadi jelas tafsiran menyelamatkan itu tadi bias ke kepentingan politik mereka,” pungkasnya.

Reporter : Ais

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *