Para Kiai Besar Beri Petuah untuk Media Pondok Jatim

Sambutan KH. Abdul Wahid Harun, pengasuh PP Manbaul Hikam dalam Multaqo Media Pondok se Jawa Timur | Foto: Mahmudah
Sambutan KH. Abdul Wahid Harun, pengasuh PP Manbaul Hikam dalam Multaqo Media Pondok se Jawa Timur | Foto: Mahmudah
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SIDOARJO – Malam Puncak Multaqo Media Pondok Jatim yang berlangsung di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Sidoarjo berlangsung meriah, Minggu (26/12/2021).

Acara yang berlangsung selama dua hari ini telah melahirkan kesepakatan dan komitmen bersama.

Bacaan Lainnya
Ads

Pada malam itu juga telah dilantiknya para Ketua Regional Daerah yang dilantik oleh Gus Baba Naheel dari PP Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyyah Jember.

“Saya mewakili peserta Multaqo Media Pondok se-Jatim. Semoga dengan pertemuan perdana kita ini dapat membawa pondok pesantren kita semua maju dan jaya,” ungkap Ketua Regional Daerah Bojonegoro.

Ia juga menambahkan dengan adanya pertemuan ini sebagai wadah saling curhat kendala, keluhan, masalah, untuk mencapai solusi bersama untuk saling berkembang maju media di pesantrennya masing-masing.

“Masih banyak pondok pesantren yang bergabung bersama MPJ. Karena adanya kendala dari izin dalem. Untuk itu kami perwakilan media pondok pesantren se- Jawa Timur agar Pondok Pesantren tergugah bergabung bersama MPJ untuk maju dan berkembang bersama,” tegasnya.

Acara Unik, Menarik dan Bid’ah

Acara ini pun diapresiasi langsung oleh KH. Abdul Wachid Harun, Pengasuh PP Manbaul Hikam, Sidoarjo.

“Acara ini unik, menarik, dan termasuk bid’ah. Karena zamannya Nabi tidak ada media sosial. Hai para ahli bid’ah,” ungkapnya. Sontak semua hadirin pun tertawa.

Beliau menanggapi perwakilan peserta yang menyampaikan tidak semua pondok pesantren mengizinkan untuk mengikuti MPJ.

“Saya masih ingat, waktu kecil melihat film itu dosa. Keyakinan Kiai deso melihat film harus taubatan nasuha, dosa. Hari ini tidak bisa dibantah, film hari ini sudah masuk kamar. Eranya sudah berbeda,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa Gus Wahid ini mengapresiasi atas terselenggaranya Multaqo Media Pondok Jatim yang perdana di Manbaul Hikam.

“Kami salut dan apresiasi positif digelarnya Multaqo Media. Akhir – akhir ini menjadi tantangan pesantren, yang saat ini dikuasai oleh kelompok sebelah, padahal tidak memiliki sanad yang jelas sampai Rasulullah,” jelasnya.

Gus Wahid menuturkan tidak ada jaminan orang tua yang ahli pondok, maka anaknya juga ahli pondok.

Untuk itu dirinya sangat mendukung MPJ terus berjalan mengawal konten pesantren tetap Ahlussunnah.

“Niatan kita tetap ditata dalam segala lini, sesuai dengan kiai para sepuh. Saya berharap dalam waktu dekat, adanya payung hukum yang jelas agar teman teman media ini terlindungi,” tegasnya dalam memberikan sambutan.

Apresiasi lain juga hadir dari KH. Hasan Ahsan Malik, Pengasuh PP Zainul Hasan Genggong, Probolinggo secara virtual atas terselenggaranya MPJ perdana ini.

“Ada pepatah, ilmu dapat didapatkan Di mana – mana, apalagi era sekarang. Tetapi ingat, khidmat tidak ditemukan kecuali di pesantren. Maka jadikanlah media sebagai dakwah dan pengabdian kepada pesantren, NU, dan negara,” ungkapnya.

Pelantikan pengurus MPJ regional daerah oleh Gus Baba Naheel | Foto: Mahmudah
Pelantikan pengurus MPJ regional daerah oleh Gus Baba Naheel | Foto: Mahmudah

Pria yang akrab dipanggil Non Alex ini menambahkan dia juga berawal dari seorang santri dan sampai kapanpun akan menjadi santri.

“Kami berharap dengan etos yang dimiliki oleh santri ditingkatkan lebih baik lagi. Akan banyak ilmu dakwah media, harapan kami MPJ mempersiapkan diri kemungkinan kemungkinan yang terjadi. Kita berkhidmat untuk pesantren, dakwah sampai darah penghabisan,” tandasnya.

Sebelum ditutup dengan doa, KH. Bahron Nafi’ menambahkan bahwa media adalah senjata.

“Manusia itu di balik senjata. Multaqo media ini semoga menjadi senjata untuk berkhidmat kepada pesantren. Tolong terus dikawal untuk tetap istiqamah,” pesannya kepada ratusan peserta.

banner 768x1152