Hari Anti Korupsi Sedunia 2021, Gubernur Khofifah; Moral Jadi Benteng Cegah Aksi KKN

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menghadiri puncak peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2021, di Ponpes Bumi Sholawat Tulangan Sidoarjo yang ditunjuk sebagai representasi Penanganan Anti Korupsi, Senin (13/12/2021) | Foto: Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menghadiri puncak peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2021, di Ponpes Bumi Sholawat Tulangan Sidoarjo yang ditunjuk sebagai representasi Penanganan Anti Korupsi, Senin (13/12/2021) | Foto: Humas Pemprov Jatim
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan, kekuatan tanggung jawab dan moral adalah benteng utama mencegah tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Semakin tanggung jawab didukung kekuatan moral, maka semakin kuat pula benteng itu menahan godaan perilaku korup.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Khofifah di puncak peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2021 di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Sidoarjo, Senin (13/12/2021), mengatakan,”Terima kasih karena Hakordia 2021 diselenggarakan di Pondok Pesantren (Ponpes) yang terbukti mampu mendidik para santri memiliki integritas, akhlak dan moral untuk membangun nilai kejujuran baik dalam bertindak maupun bersikap. Selain itu pesantren Bumi Sholawat memiliki kekuatan jaringan Nasional dan Internasional,” ungkapnya.

Kata dia pendidikan maupun ajaran di Ponpes telah memberi resonansi kuat dan luar biasa dalam membangun seluruh sikap, tindakan dan perilaku yang dikemas dalam pengajian pengajian produktif.

“Kami bersyukur di Ponpes Bumi Sholawat setiap Senin rutin menggelar pengajian yang dihadiri oleh para pejabat di semua tingkatan baik eksekutif, legislatif dan intelektual serta masyarakat umum dengan memberi pencerahan luar biasa. Semoga pengajian itu bisa membentuk akhlak dan moral para pejabat dan birokrat kita terhindar dari tindak korupsi,” tegasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Gandeng Pelaku Budaya dan Tokoh Lintas Suku, KITS Tabur Bunga di Hari Pahlawan

Menurutnya, ponpes telah memberikan penguatan dan contoh strategis dalam membentuk mental dan perilaku santri yang hebat. Maka, jajaran dari para birokrat untuk bersama melaksanakan tugas dengan baik dan tidak terlibat tindak pidana korupsi.

Gubernur mengatakan korupsi banyak terjadi karena ada kesempatan hingga penyimpangan akhlak maupun moral. Meskipun, rambu rambu aturan penegakan hukum secara berlapis telah dibuat.

“Kalau kita teguh terhadap amanat dan mandat yang diberikan dengan penuh akuntabilitas dan tanggung jawab, Insya Allah kita bisa menjalankan amanat itu dengan baik. Hal itu berarti pula kita tidak melakukan hal yang dilarang oleh regulasi serta tuntunan agama kita. Ditambah lagi telah banyak pengawasan yang dilakukan di internal dan eksternal,” paparnya.

Kali ini Khofifah, menyerahkan penghargaan kepada dua pelajar asal SMKN 4 Surabaya meraih juara 1 dan 3 dalam kompetisi Festival Cegah Korupsi berupa video animasi yang digelar oleh Irjen Kemendikbudristek RI.

Kedua pelajar tersebut adalah Anissa Rafa Fajar dan Alyalla Rindu Cantika.

Sementara itu, Ketua KPK RI Komjen Pol (Purn) Firly Bahuri, secara virtual menyampaikan pencegahan tindak korupsi sudah sepatutnya pemerintah daerah mengambil peran untuk bersatu padu memberantas korupsi di semua lini.

Berita Menarik Lainnya:  Ubi Madu Pandu Tani 12, Tuai Apresiasi Dari Dinas Pertanian Provinsi

Firli mengakui, perilaku korupsi masih sering dijumpai meskipun peraturan perundang undang dan aturan lain sudah ada dan disahkan namun budaya korupsi masih kerap terjadi. Untuk itu, kebersamaan memberantas korupsi harus dilakukan oleh setiap masyarakat.

Menurutnya, keterbukaan, transparansi dan akuntabilitas sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya korupsi oleh para koruptor.

“Saya memberikan apresiasi kepada Gubernur Jatim yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dan bersama berkomitmen memberantas korupsi. Kami berharap, semangat dan komitmen untuk menjaga bangsa dan negara dari praktik korupsi,” ungkapnya.

Korupsi = Penyimpangan Moral

Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali mengaku bangga atas dipilihnya Ponpes sebagai representatif penanganan anti korupsi.

“Alhamdulillah Ibu Gubernur percaya bahwa Ponpes adalah tempat yang paling cocok untuk menerapkan pendidikan anti korupsi. Sebuah keharusan memang anti korupsi dilakukan tidak hanya di muaranya saja,” paparnya

Ahmad Muhdlor Ali melanjutkan, Ponpes selaku promotor awal pendidikan sudah seyogyanya menjadi ujung tombak pemberantasan dan pencegahan korupsi ke depan.

“Momentum ini harus dimanfaatkan dengan refleksi dan mempersiapkan diri, saya yakin kalau ini bisa tercipta dengan baik maka korupsi akan tertangani,” sebutnya dengan yakin

Berita Menarik Lainnya:  Mayoritas Wilayah Bondowoso Mulai Zona Hijau, Bupati Salwa Ingatkan Masyarakat Tetap Patuhi Prokes

Selaku Pimpinan Ponpes Bumi Sholawat KH Agoes Ali Mashuri menyampaikan bahwa korupsi ini harus dilakukan pencegahan. Karena korupsi adalah bentuk dari penyimpangan moral.

“Karena kedua hal tersebut tidak bisa dihitung. Maka pencegahan harus dilakukan dengan kesadaran diri,” katanya

Gus Ali sapaan lekatnya kemudian juga memberikan sebuah pepatah bagaimana ketika seseorang tidak sibuk dengan kebenaran, maka dirinya disibukan dengan hal yang buruk.

“Tolong ini diingat, Jika anda tidak menyibukkan diri pada kebenaran, pasti anda disibukan kebathilan,” tuturnya

Dirinya mengatakan, pondok merupakan tempat representatif untuk memberantas korupsi. Karena di pondoklah, setiap santri diajarkan ilmu kedisiplinan, kejujuran yang telah diajarkan oleh para guru dan ulama di pondok.

Oleh karenanya, puncak peringatan Hari Anti Korupsi sangat tepat dilaksanakan di Ponpes dimana memberantas korupsi tidak cukup diberantas di ujung atau muaranya saja namun dari mencegah dari banyak aspek dan banyak sisi lain.

“Kami berterima kasih Sidoarjo utamanya Ponpes Bumi Sholawat Ponpes menjadi tuan rumah peringatan Hari Anti Korupsi dan menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi. Kita harus menyiapkan generasi selanjutnya untuk menghindarkan diri dari bahaya Korupsi.

Pelaksanaan Hakordia 2021 Jawa Timur dihadiri oleh Wakapolda Jatim, Kasko Armada, Bupati Sidoarjo beserta seluruh Forpimda Kabupaten Sidoarjo.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280