Harapan Baru NU, Anas Thahir: Gus Yahya Harus Konsekuen Kembali ke Khittah NU 1926

Anas Thahir Wasekjend PBNU periode 2005-2010 | Foto: Andi
Anas Thahir Wasekjend PBNU periode 2005-2010 | Foto: Andi
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BONDOWOSO – Terpilihnya KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-34 di Lampung telah memberikan harapan baru bagi kembalinya NU kepada khittah 1926 secara tegas dan konsekuen.

Ads

Sesuai kalimat Gus Yahya (sapaan akrab Ketum PBNU terpilih,red) beberapa hari sebelum Muktamar, Gus Yahya telah berjanji tidak akan ada Calon Presiden atau Calon Wakil Presiden dari PBNU pada pemilu 2024.

Bacaan Lainnya

Anas Thahir Wakil Sekertaris Jenderal Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (Wasekjend PBNU) periode 2005-2010, sepakat dengan apa yang disampaikan Ketum PBNU tersebut.

Ia menyebutkan bahwa pengurus Nahdhatul Ulama bukanlah petugas partai politik tertentu.

“Maqomnya NU itu berada di atas semua golongan dan partai politik,” ujarnya, melalui telepon selulernya, Minggu (26/12/2021).

Muktamar NU 1984 di Situbondo, kata Anas Thahir, dengan tegas telah memutuskan NU kembali ke khittah 1926. Namun di dalam perjalanannya, NU tidak pernah benar – benar bisa steril dari wilayah kerja – kerja politik.

“Ya termasuk politik kekuasaan dan terlibat dukung – mendukung pada setiap event pemilu,” ungkap Sekretaris Majelis Pertimbangan DPP-PPP ini

Jika janji ini bisa diwujudkan, Gus Yahya bisa fokus menjalankan program – program keumatan melalui dua agenda besar yakni dengan membangun kemandirian warga NU.

“Dengan meningkatkan peran NU dalam perdamaian dunia, maka Gus Yahya akan dikenang dalam sejarah sebagai Ketua Umum PBNU yang sangat berprestasi dan taat khittah,” tutur Anggota DPR RI Dapil III Jatim itu.

Anas Thahir mengaku saat ini banyak warga NU menunggu ketegasan Gus Yahya bisa berdiri tegak di tengah semua kepentingan yang mengelilinginya dan mampu mengayomi seluruh kekuatan elemen bangsa.

“Sehingga semangat Islam moderat dan Rahmatan Lil ‘Alamin tidak hanya berhenti menjadi jargon, tapi benar – benar bisa menebar sebagai rahmat bagi semua kelompok, agama, suku, profesi, golongan, bahkan partai politik,” pungkasnya.

Pos terkait

banner 768x1152