Fatwa PWNU Jatim Memutuskan Vaksin itu Halal

Beritabangsa.com, Surabaya – Pro – Kontra soal status halal vaksin Sinovac dan Astrazeneca, PWNU Jatim menggelar Bahstul Masail untuk meninjau langsung status hukum vaksin Covid-19 dalam kaidah fiqih.

PWNU Jatim memutuskan vaksin yang diberikan untuk masyarakat tidak ada unsur haram alias halal. Putusan ini berdasarkan hasil dari Bahtsul Masail Syuriah PWNU Jatim. Rabu (10/3/2021)

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  SMK Barunawati Surabaya Berikan 500 Vaksin Sebagai Dukungan Terlaksananya PTM
banner 1920x1080

Pertimbangan dari putusan itu adalah vaksinasi merupakan ikhtiar menghindarkan diri dan orang lain dari potensi bahaya atau penyakit.

Wakil Katib PWNU Jatim, KH. Romadlon Chotib menegaskan bahwa putusan ini juga melalui dari hasil kajian secara hukum fiqih yang ketat, sehingga menghasilkan putusan bahwa semua jenis vaksin yang direkomedasikan pemerintah Indonesia adalah suci.

Berita Menarik Lainnya:  Ini Profil Muchdi Purwoprandjono yang Disebar Hacker Bjorka sebagai Dalang Pembunuhan Munir

“Ini juga menangkal berita hoax yang beredar vaksin itu haram atau semacamnya. Dan akhir dari proses pembuatannya itu suci tidak ada dihukumi najis,” ujarnya di Gedung PWNU Jatim, Rabu, (10/3/2021).

PWNU Jatim juga tak memungkiri memang bersinggungan dengan salah satu unsur yang diduga dari hewan babi.

Akan tetapi Romadlon menegaskan unsur tersebut tidak dicampur dan tidak ada musabab najis pada vaksin.

Berita Menarik Lainnya:  Mekanik Meninggal Mendadak Saat Servis Mobil

“Melainkan digunakan sebagai perangsang (stimulan) dari hal-hal yang akan digunakan sebagai vaksin sendiri. Tetapi vaksinnya sendiri tidak ada campurannya,” tegasnya.

Oleh sebab itu masyarakat diimbau tidak perlu takut. Karena vaksinasi sendiri merupakan langkah atau upaya untuk memutus penyebaran Covid-19 khususnya di Indonesia.

Reporter : Ali Wafa

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *