Berujung Ricuh Hingga Terluka Gagar Otak, PMII Pelita Bangsa Mengutuk Keras Tindakan Anarkis Kepolisian

Jakarta, Beritabangsa.com – PMII Komisariat Universitas Pelita Bangsa Cikarang, Bekasi mengutuk keras tindakan represif dan anarkis aparat kepolisian terhadap salah satu pengunjuk rasa dari aktivis PMII Komisariat Pelita Bangsa Cabang Bekasi Bekasi.

“Kami sebagai kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dengan tegas sangat menyayangkan dan mengutuk keras tindakan anarkis yang dilakukan oleh aparat kepolisian yang seharusnya mengayomi kami dalam menyampaikan aspirasi atas tuntutan penolakan UU Omnibus Law yang jelas-jelas musibah di tengah wabah,” tegas Iqbal Sauqi Barron selaku Sekretaris PMII komisariat Pelita Bangsa. Kamis (8/10/2020).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Antisipasi Pemudik Liar, Polres Jombang Sekat 5 Titik
banner 1920x1080

Unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja yang digelar aktivis mahasiswa PMII di Jababeka ini berujung ricuh, hingga menyebabkan empat aktivis PMII dilarikan ke RS Cipta Medika Bekasi. Rabu (7/10/2020) siang.

“Selanjutnya kami dari PMII Cabang Kabupaten Bekasi akan mengusut tuntas atas kejadian ini dan akan melakukan proses hukum karena bagi kami hal ini sudah tidak lazim yang dilakukan oleh aparat,” tandasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Survei Membuktikan PDI Perjuangan Partai Favorit Milenial di Jatim
Foto: Aktivis PMII Komisariat Pelita Bangsa Cabang Bekasi yang terluka akibat tindakan represif dan anarkis aparat kepolisian

Pihaknya meminta do’a kepada seluruh sahabat sebangsa setanah air, pasalnya saat ini salah satu aktivis yang terluka sedang menjalani operasi dibagian kepalanya.

“Ketua kami (PK PMII Universitas Pelita Bangsa) Sahabat Nasrul Firmansyah saat ini sedang menjalani operasi dibagian kepalanya akibat tindakan represif aparat kepolisian saat melakukan aksi penolakan UU Omnibus Law yang baru saja disahkan. Semoga berjalan lancar dan bisa pulih dalam menjalankan aktivitasnya kembali,” harap Iqbal Sauqi.

Berita Menarik Lainnya:  Semarak Ramadhan, PSHT Ranting Tamanan Cabang Bondowoso Berbagi Takjil

Hal senada disampaikan alumni kader PMII Muhammad Rosuli, dirinya sangat menyayangkan tindakan represif dan anarkis dari kepolisian, padahal menurutnya menyampaikan pendapat di muka umum merupakan salah satu hak asasi manusia (HAM) yang dijamin dalam Pasal 28 Undang Undang Dasar 1945.

“Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya sudah ditetapkan dalam Undang-undang,” sesalnya.

Reporter : Ais

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *