Temui Korban Bencana Lumajang, Presiden Jokowi Perintahkan Bangun Jembatan Darurat

Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau lokasi bencana Erupsi Gunung Semeru, Selasa (7/12/2021) | Foto: Humas Pemprov Jatim
Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau lokasi bencana Erupsi Gunung Semeru, Selasa (7/12/2021) | Foto: Humas Pemprov Jatim
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Lumajang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Presiden RI Joko Widodo mengunjungi lokasi terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Selasa (7/12)).

Presiden Jokowi bersama rombongan Mensekneg Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memerintahkan pembangunan jembatan darurat.

Bacaan Lainnya

Hal itu setelah Presiden melihat Jembatan Gladak Perak yang putus akibat aliran awan panas saat erupsi Gunung Semeru.

Jembatan itu merupakan akses utama Lumajang dan Malang.

Sebelum ke lokasi jembatan, Presiden mengunjungi lokasi pengungsian untuk korban terdampak awan panas Gunung Semeru di Lapangan Sumberwuluh.

Berita Menarik Lainnya:  Presiden Jokowi Buka Muktamar NU ke-34

Jokowi juga meninjau para korban di pengungsian dan memastikan kebutuhan pokok serta makanan pengungsi terpenuhi.

“Atas nama pemerintah dan seluruh rakyat indonesia, saya menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur,” ujar Presiden Jokowi.

“Saya datang ke lokasi untuk memastikan bahwa seluruh kekuatan yang kita miliki sudah berada di lapangan untuk pencarian korban yang masih ada, kemudian juga evakuasi, juga ini kita lihat untuk rencana perbaikan infrastruktur yang rusak akibat letusan Gunung Semeru ini,” tambah Jokowi.

Sementara itu, Gubernur Khofifah menyampaikan posisi Jembatan Gladak Perak sangat vital.

Jembatan itu menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Akibat terputusnya jalur itu, daerah Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, hanya bisa diakses dari Malang.

Sementara itu, arus kendaraan dari Lumajang menuju Malang dan sebaliknya untuk sementara dialihkan untuk melewati Probolinggo.

Berita Menarik Lainnya:  Presiden Jokowi Bagikan Bansos ke Pengunjung dan Pedagang Pasar Larangan Sidoarjo

“Tadi Pak Menteri PUPR, Pak Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa dalam waktu dua bulan ke depan akan dibangun jembatan gantung agar koneksitas antara kedua wilayah tetap terhubung. Sementara jembatan permanen, akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam kurun wakltu satu tahun ke depan,” papar Khofifah.

Menurut Khofifah, kepastian dibangunnya jembatan darurat ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan dan sangat ditunggu-tunggu masyarakat.

Karena bagi masyarakat yang ingin ke Lumajang atau Malang, tidak perlu memutar melewati Probolinggo.

“Jembatan ini adalah jalur ekonomi, jalur pendidikan, dan juga jalur pemerintahan. Jadi tentu saja keberadaanya sangat vital untuk aktivitas masyarakat,” imbuhnya.

Terkait pengungsi, Khofifah menjamin seluruh pengungsi tertangani dengan baik. Seluruh kebutuhan pengungsian, baik itu berkenaan dengan konsumsi, obat-obatan, air bersih, dan lain sebagainya aman dan tercukupi.

Berita Menarik Lainnya:  Jadi Pembina Apel Akbar Santri, Sekjen PPP Kenang Perjuangan Santri

Pemprov Jatim, kata Khofifah, sejak hari pertama telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan permakanan pengungsi.

Saat ini cukup banyak dapur umum baik di Candipuro maupun Pronojiwo yang didirikan oleh relawan. Pemprov sendiri mendirikan dua dapur umum, dimana setiap dapur umum itu mampu menyediakan 2.500 porsi hari.

“Terima kasih Pak Presiden berkenan hadir di Kabupaten Lumajang yang saat ini sedang berduka akibat terjangan awan panas guguran Gunung Semeru. Kehadiran bapak merupakan bentuk perhatian kepada masyarakat Kabupaten Lumajang, dan ini akan menjadi penyemangat bagi para korban untuk segera bangkit,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Gunung Semeru meletus atau erupsi pada Sabtu (4/12/2021) pukul 15.20 WIB dengan mengeluarkan awan panas di wilayah Lumajang dan sekitarnya. Hujan deras pada hari itu juga menyebabkan lahar dingin dari kawah gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meluncur deras menerjang desa di bawahnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280