8 Jam Transaksi Dagang di Aceh Tembus Rp197,02 Miliar

Misi Dagang
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar parawansa, saat di Hotel Amel Convention Hall Aceh, Banda Aceh

BERITABANGSA.COM-BANDA ACEH– Misi dagang dan investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) sukses mencatatkan nilai transaksi Rp197,02 miliar hanya dalam waktu 8 jam.

Bertempat di Hotel Amel Convention Hall Aceh, Banda Aceh, Selasa (25/10/2022) misi dagang Provinsi Jatim di Aceh dipimpin Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

“Sebetulnya ini adalah two way traffic program yang melibatkan kedua provinsi sama-sama proaktif,” Kata Gubernur Khofifah.

Khofifah, mengatakan misi dagang Pemprov Jatim dengan provinsi mitra adalah bentuk kolaborasi lintas sektor.

“Jatim dan Aceh telah menjalin hubungan dagang luar biasa. Berdasarkan data BPS, total di 2021 tercatat Rp34,12 Miliar di 2021. Alhamdulillah hari ini selama delapan jam tercatat 33 transaksi dengan total nilai 197 milliar ,” ujar Khofifah.

Angka itu terdiri dari nilai muat atau penjualan Jatim atas Aceh sebesar Rp161,8 miliar. Beberapa komoditas yang disuplai Jatim untuk Aceh antara lain bahan bangunan, rokok, tekstil, bahan baku kulit , industri dan alat kesehatan.

Berita Menarik Lainnya:  Bandara Trunojoyo Diresmikan Presiden Jokowi, Gubernur Khofifah Optimis Ekonomi Madura Terungkit

Sementara nilai bongkar atau pembelian Jatim atas Aceh mencapai Rp35,1 miliar untuk beberapa komoditas antara lain udang vaname, kopra, kas kas dan kepiting soka.

Pada misi dagang Jatim-Aceh hari ini selama 8 jam ditutup dengan catatan transaksi mencapai angka Rp197.017.200.000 atau Rp197,02 miliar.

Jawa Timur dan Aceh, meningkatkan potensi produk industri, perdagangan, perikanan, agribisnis dan peluang investasi lain.

Secara terintegrasi memenuhi substitusi impor (bahan baku) dan kebutuhan lain yang diharapkan mampu meningkatkan nilai perdagangan dalam negeri.

“Semoga Misi Dagang kali ini mampu memberikan manfaat bagi Jawa Timur maupun Aceh terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Nasional,” harapnya.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menjelaskan pada Triwulan II 2022 ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,74 persen (y-on-y) bila dibandingkan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya. Sedangkan tiga sektor yang menjadi penopang utama struktur ekonomi di Jawa Timur yaitu sektor industri pengolahan, sektor perdagangan dan sektor pertanian.

Berita Menarik Lainnya:  Kasus Keracunan Podoroto Jombang, Polisi dan Dinkes Ambil Sampel

Pada periode Triwulan II 2022, sektor industri pengolahan memberi kontribusi 30,31 persen terhadap PDRB Jawa Timur, sektor perdagangan 18,42 persen dan sektor pertanian sebesar 11,95 persen. Sedangkan 14 sektor lain memberi kontribusi 39,32 persen terhadap PDRB Jawa Timur.

Khofifah berharap misi dagang kali ini jadi momentum menemukenali berbagai potensi tiap daerah.

“Produk itu cukup sederhana bagi masyarakat Indonesia tetapi mengandung potensi luar biasa jika dipasarkan di tingkat global, seperti rempah-rempah, arang batok kelapa, ikan dan sebagainya,” sebutnya.

“Misalnya industri manufaktur di Jawa Timur itu sudah 30% lebih kontribusi ke PDRB sehingga apa yang menjadi produk Aceh yang dibutuhkan oleh pelaku industri di Jawa Timur ini bisa lebih kuat lagi,” imbuhnya.

Mantan Kepala BKKBN RI ini menerangkan bahwa sumberdaya manusia (SDM) menjadi sektor lain yang dikerjasamakan antara Pemprov Jatim dan Pemprov Aceh, menyasar kompetensi SDM ASN kedua provinsi.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Aceh Muhammad Ja’far menyampaikan kerjasama Aceh dan Jawa Timur ini melibatkan Gubernur Aceh dengan Gubernur Jawa Timur.

Berita Menarik Lainnya:  Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka, PB HMI: Kita Dukung Polri

Ia menegaska kegiatan hari ini akan memberikan semangat dan motivasi kepada SKPD di dua Provinsi untuk melanjutkan kegiatan.

“Harapan kami, pertama, kerjasama dua daerah dan investasi perdagangan meningkat dan saling sharing informasi, saling belajar para pelaku usaha dan kedua SKPD di provinsi ini,” harap Muhammad Ja’far.

Kali ini Nota Kesepahaman (MOU) antara Pemprov Jawa Timur dengan Pemprov Aceh tentang Pembangunan Daerah oleh Gubernur Jawa Timur dan Sekda Provinsi Aceh.

Lalu dilanjutkan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kepala OPD Provinsi Jatim dengan Kepala OPD Provinsi Aceh yang disaksikan oleh Gubernur Khofifah.

Turut hadir Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jatim, Sekdaprov Aceh, Sekdaprov Jatim, Kepala KPW BI Jawa Timur, Kepala OJK Aceh, Kepala BPS Jawa Timur, Pj Bupati Aceh Besar, Pj Bupati Piedi dan Wali Kota Banda Aceh.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *