Sensasi Ngopi di Puncak Kekep Wonosalam Jombang, Bak Naik Gumpalan Kabut Berarak

Tampak pengunjung warung Puncak Kekep Wonosalam, Kabupaten Jombang
Tampak pengunjung warung Puncak Kekep Wonosalam, Kabupaten Jombang
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Anda bisa membayangkan suasana saat berada di sebuah dataran tinggi. Memandang ke atas langit, warna biru terhampar. Sesekali gumpalan awan putih melintas. Ketika melihat ke bawah, bak di atas awan. Kabut mengular menyapu pepohonan dan pemukiman penduduk berarak ke lereng dan dataran rendah.

Begitulah view atau panorama pagi di puncak Kekep, Wonosalam, Kabupaten Jombang di ketinggian 872 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tak sedikit dari wisatawan domestik berburu momentum berkabut di kawasan tertinggi di Jombang, Jawa Timur ini.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

Untuk menuju wisata puncak Kekep Wonosalam ini, pengunjung membutuhkan waktu sekitar 50 menit dari titik nol Kota Jombang. Sebelum merengkuh view indah dan sejuk di puncak Kekep, pengunjung dipastikan menemui jalan tanjakan menantang dengan kondisi jalan masih tanah. Sekitar 1 kilometer-an.

Berita Menarik Lainnya:  Abon Cakalang, Wujud Nyata Pemaksimalan Produk Unggulan Desa Labuhan

Tapi setelah itu lelah dan kesulitan akan terbayarkan ketika sudah sampai di puncak Kekep. Di puncak Kekep, tersedia warung-warung untuk ngopi.

Ads

Nyeruput wedang Kopi di puncak ketinggian pada pagi hari dengan hawa sejuk dan diiringi selimut kabut, menjadi incaran banyak penikmat minuman ber-kafein ini.

Puncak Kekep, ini secara geografis masuk wilayah Dusun Mangirejo, Desa/Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Dari pusat Kota Jombang, pelancong dengan menunggang kuda besi, hanya butuh waktu 50 menit untuk tiba di sini.

Namun kata pelancong bernama Adi Rosul warga Mojongapit, Jombang dengan tiga rekannya, jalan menuju puncak sekitar 1 km masih berupa jalan makadam. Batu dan tanah.

“Kami tadi berangkat pukul 8 pagi. Pas sebelum ke puncak tanjakan dan jalan makadam membuat tantangan tersendiri,” beber Adi ditemui Beritabangsa.com, Minggu (22/5/2022).

Ads

Kata Adi, selepas tanjakan, rasanya terbayar ketika tiba di puncak dengan sajian kopi panas.

Berita Menarik Lainnya:  PAC GP Ansor Omben Resmi Dilantik

Satu hela-an napas terasa banget oksigen menyelinap di pembuluh darah. Demikian juga di sepanjang jalan menuju puncak. Udara bersih. Oksigen begitu terasa. Hal itu karena Lalu lalang kendaraan sepi. Tak sedikit pelancong jalan kaki menuju puncak.

Di puncak Kekep, hanya sejumlah warung menanti dengan berbagai menu masakan dan minuman.

“Semuanya serba sederhana di warung ini. Tapi pemandangan alamnya yang penuh rintangan terbayarkan oleh banyaknya sport foto di puncak Kekep, termasuk ada tiang dan bendera merah putih berkibar bisa jadi backgroundnya” jelas Adi.

Sinar matahari malu-malu memancarkan sengatannya. Hal itu karena gumpalan awan berarak-arak menghalangi secara bergantian.

Adi dan teman-temannya bersenda gurau mengitari meja bundar yang dipenuhi makanan dan minuman itu.

“Akhir pekan ini sepi pengunjung. Mungkin karena sering hujan yaa jadi mereka tidak ke sini,” ujar Adi lagi.

Berita Menarik Lainnya:  Hore ! Lulusan Unusa Siap Dikirim ke Koba Mirai Jepang

Sementara itup, Tramojo (45) pemilik warung puncak Kekep Wonosalam menjelaskan membuka usaha di Puncak Kekep, sejak 2018.

“Warung ini sudah sejak 2018, Mas. Memang sederhana, hanya ada makanan ringan, gorengan dan cemilan. Termasuk aneka minuman, ” ujarnya.

Tidak ada bea masuk dan parkir di Kekep ini.
Untuk nginep atau bermalam pengunjung di silakan membawa perlengkapan sendiri.

Menurutnya, saat akhir pekan libur nasional tak disangka pengunjung membludak bahkan warga asing juga datang.

“Awal-awal pandemi itu banyak pengunjung di sini. Baik dari Jombang, sampai Sidoarjo, Mojokerto, dan Surabaya. Bahkan turis itu pernah ke sini,” tuturnya.

Dia mengaku bahwa pengunjung terbanyak adalah di kala sore hari menuju petang. Kalau malam kadang ada yang bermalam dan pulang.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait