Faizah Minta Debat Calon Kopri Jatim Tidak Hanya Fokus Kaderisasi

Kopri
Ketua Kopri PMII Surabaya Faizah CH
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA- Ketua Kopri PMII Surabaya, Faizah CH meminta dalam debat kedua kandidat calon Ketua Kopri PKC PMII Jatim jangan hanya terfokus dalam kaderisasi.

Sesuai tema “Human Rights & Environmental Ethics, terfokus dengan isu-isu perempuan terlebihnya perihal pelecehan seksual didalam kampus.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Peringati Harlah PMII ke-62, PK PMII IAI Ngawi Gelar Aneka Lomba
banner 1920x1080

Hadirnya RUU TPKS seharusnya bukan hanya disambut euforia media sosial saja, namun kita sambut aksi nyata yang sesuai kapasitas keintelektualan kopri sebagai kaum pergerakan mahasiswa Islam Indonesia.

“Banyak sekali ditemui, kekerasan seksual didalam kampus dengan pelakunya tak lain pejabat kampus sendiri, Bisa juga dilakukan oleh pemegang kuasa didalam kampus,” katanya saat dikonfirmasi beritabangsa.com via WhatsApp, Rabu (29/6/22).

“Karena didalam penyelesaian masalah ini, banyak tidak diuntungkan oleh korban bahkan mempercayai sesama pelaku tanpa ada bukti yang kongkrit,” imbuh Iche sapaan akrab Faizah.

Berita Menarik Lainnya:  Sambil Gowes, Plt Bupati Probolinggo Monev Rehabilitasi Sekolah

Dalam ranah perempuan saat ini, kata Faizah, maka dari itu siapapun calon ketua kopri pkc jatim perlu disiapkan strategi perlindungan, pemberdayaan untuk kasus pelecahan seksual di ranah mahasiswa yang nanti nya mampu membawa arah yang jelas bagaimana kopri Jawa timur ke depan.

Dengan adanya PMII ini, khususnya Kopri, diinginkan memiliki ruang untuk pengamanan perempuan, seperti halnya konselor kopri yang sudah ada di Kopri PMII Surabaya.

“Mungkin, kedua kandidat calon Ketua Kopri PMII PKC Jatim, mempunyai pemikiran yang sama untuk memberikan pendampingan atau edukasi terkait penanganan kasus pelecehan seksual didalam program kerja Kopri PMII PKC Jatim,” tuturnya.

Berita Menarik Lainnya:  RTAR PMII Adipati Kertonegoro Berjalan Lancar

“Saya berharap di setiap cabang, harus ada pengamanan perempuan yang dipandu atau dikoordinir oleh PKC. Dalam pengamanan perempuan harus ada bidang hukum, bidang kesehatan, bidang psikologis, dan lain sebagainya,” bebernya.

“Jangan jadikan pencalonan kopri ini sebagai tempat perebutan kekuasaan saja pemilihan kopri ini harus dijadikan pertarungan gagasan yang positif dan lebih baik,” pungkas Ketua Kopri PMII Surabaya.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait