Mendapat Penolakan, Firman Syah Ali Berharap Bioskop di Pamekasan Terus Beroperasi

Silahkan Share ke :

Surabaya, Beritabangsa.com – Peristiwa penolakan peresmian Bioskop Kota Cinema Mall di Sentol Pamekasan Madura mendapat tanggapan dari Koordinator Sahabat Mahfud MD Jawa Timur Firman Syah Ali.

Firman Syah Ali berharap Gedung Bioskop bisa terus beroperasi. “Semoga Bupati Pamekasan bisa membangun ulang komunikasi dengan segenap elemen ulama sehingga bioskop bisa terus beroperasi,” ucap pria yang juga Bendahara Umum IKA PMII Jatim ini. Kamis, (13/2/2020).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Kejar Kemandirian Fiskal, Kepala Daerah Harus Inovasi Genjot PAD
banner 1920x1080

Firman Syah Ali menilai, Pamekasan merupakan kota yang terbuka terhadap kemajuan, masyarakatnya terpelajar, ramah dan kooperatif. Menurut Firman, Pamekasan dulunya merupakan tempat gedung bioskop terbaik se-jawa Timur, yaitu Gedung Bioskop Irama.

Pada era Orde Baru, Gedung Bioskop termegah se-Jawa Timur terletak di Pamekasan, kenapa sekarang malah ditolak? saya pikir ini masalah komunikasi saja,” lanjut Pengurus Harian LP Ma’arif Jawa Timur ini.

Berita Menarik Lainnya:  Gebyar Kesenian dan Kuliner Meriahkan Milad Kamaba Madura dan Hari Jadi Blora Ke-270 di Pulau Garam

Firman Syah Ali bercerita bahwa waktu remaja dia sering nonton bioskop di Pamekasan, diantaranya Bioskop Irama, Bioskop Jaya dan Bioskop Maduratna.

Waktu itu di Madura hanya Pamekasan yang punya gedung Bioskop, bahkan sampai tiga gedung, sedangkan tiga kabupaten lainnya tidak punya. Saya sering nonton bersama sepupu dan teman-teman, terutama film action, keluar dari bioskop cara jalan dibikin segagah mungkin mirip para pendekar dalam film yang baru saja ditonton,” lanjut BPO HKTI Jatim ini sambil tertawa.

Berita Menarik Lainnya:  PAC GP Ansor Omben Resmi Dilantik

Pamekasan menurut dirinya tak masalah memiliki gedung Bioskop lagi asalkan tidak dijadikan ajang maksiat. Kalau bicara potensi maksiat, sekarang Smartphone jauh lebih berpotensi maksiat daripada gedung bioskop.

Di era digital ini, video-video tidak senonoh banyak beredar secara liar dan tak terkontrol di Smartphone, baik di grup WA, Youtube, bahkan wall Facebook,” pungkas pria kelahiran pamekasan ini. (Ais/red)

banner 600x310

Pos terkait