Wayang Potehi Jombang Fu He An, Sukses Tampil di Belanda Tanpa Dukungan Pemda

Wayang
Pimpinan Paguyuban Wayang Potehi Fu He An Gudo, Jombang, Toni Harsono (foto : Faiz)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Kelompok wayang Potehi Fu He An, tiba di Kabupaten Jombang. Mereka sukses manggung selama dua pekan di Belanda.

Kelompok wayang potehi yang telah berusia satu abad ini, membawa inspirasi Internasional di Jombang.

Bacaan Lainnya

Penampilan mereka di acara Tong-Tong Fair & Festival Den Haag, berlangsung lancar dan menakjubkan. Berkat itu, wayang potehi yang bermarkas di Museum Potehi Desa/Kecamatan, Gudo, Jombang ini kian dikenal.

Sejatinya, wayang potehi ini berasal dari China Selatan. Namun dibawa oleh perantau ke Jawa. Hingga turun temurun di Gudo, Jombang. Alat pentas nya, ada panggung, boneka, dan alat musik tradisional.

Berita Menarik Lainnya:  Cegah Omicron Meluas, Kapolri Instruksikan Vaksinasi Booster

Penabuh alat musik 5 orang lebih, termasuk dalang dan asistennya. Wayang ini bisa menceritakan kisah-kisah seru termasuk Sun Go Kong.

Sejak tanggal 1 hingga 12 September 2022, kelompok wayang potehi Jombang ini memberangkatkan 8 orang. Selama di negara kincir angin itu, kelompok ini mementaskan penampilannya cukup lama.

Pimpinan Paguyuban Wayang Potehi Fu He An Gudo, Jombang, Toni Harsono mengatakan, pementasannya berlangsung lancar dan meriah. Cerita yang diambil yakni, Sun Go Kong dan Sie Djin Kui.

“Kami turut bangga dan senang mestinya, karena selama kami tampil di Belanda kemarin saya kira tidak ada kendala. Sehingga acaranya lancar-lancar saja dan justru sangat meriah. Kalau soal cerita yang kami tampilkan cuma dua, Sun Go Kong dan Sie Djin Kui. Tidak bisa lama, soalnya dibagi penampilan dari tim lainnya di sana,” ujar Toni pada Jum’at, (16/9/2022) siang.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Blitar Serahkan Ratusan Sertifikat Tanah Aset dan Wakaf

Dari itu, ia meninggalkan beberapa barang bawaannya di Belanda. Kata Toni, hal itu dibuat untuk kenang-kenangan di Belanda.

“Ada panggung potehi, beberapa wayang, dan barang lainnya sengaja kami tinggalkan di sana. Karena saya senang dan ingin memperkenalkan, serta agar orang-orang Belanda itu juga tau bahwa wayang potehi itu seperti apa gitu,” jelasnya saat ditemui.

Pementasan di Den Haaq Belanda, Toni mengaku baru berhasil pertama kali ini. Dua kali undangan sebelumnya, dinilainya gagal lantaran kekurangan dana untuk pemberangkatan.

Namun dari bentuk dukungan berbagai pihak, Toni mampu mengumpulkan Rp 300 juta lebih. Sehingga mereka bertolak ke Belanda dan tampil menakjubkan.

Berita Menarik Lainnya:  Usia 9 Tahun, Callysta Jadi Putri Lingkungan Hidup Surabaya, Kreativitasnya Bikin Melongo

“Dana 300 jutaan lebih dari dukungan bantuan teman-teman, pengusaha. Kalau pemerintah tidak membantu. Tapi tidak apa-apa, kami bersyukur semua berjalan aman dan lancar,” katanya.

Perjuangan ke Belanda sulit terlupakan, Toni pun berharap bisa tampil lagi. Sementara kini, mereka sibuk membuat kepala boneka wayang potehi dari kayu.

“Kalau harapannya, semoga diundang lagi di Belanda. Semoga bisa ke tempat lainnya juga. Kami ingin memperkenalkan kesenian,” paparnya.

“Begitu tiba di Gudo Jombang ini, kami semua berdoa agar selalu diberi kesehatan dan kelancaran. Maka kira langsung gelar tasyakuran wujud syukur sebelum aktivitas normal,” lanjutnya.

>>> klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280