IKM Kendang Djimbe Blitar Diusulkan Jadi Desa Devisa

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau lokasi pembuatan Kendang Djimbe Blitar
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau lokasi pembuatan Kendang Djimbe Blitar
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BLITAR- Tak lelah menyisir berbagai industri kecil menengah (IKM) di sejumlah daerah di Jawa Timur, hingga Khofifah Indar Parawansa, menemukan desa yang patut diinisiasi menjadi desa devisa.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa masuk kawasan Desa Minggirsari Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Di sini orang nomor satu di Jatim itu memberi dukungan penuh agar Desa Minggirsari sebagai penghasil kendang jimbe menjadi desa devisa agar pasar Internasionalnya lebih luas

“Kami memang hunting untuk memenuhi kuota 15 desa devisa yang disiapkan oleh LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia), Desa Minggirsari ini kata Kadisperindag Jatim sudah diusulkan masuk dalam list desa yang akan di assesmen oleh LPEI,” jelas Gubernur Khofifah.

Berita Menarik Lainnya:  Perum Jasa Tirta I Kembangkan Potensi Energi Terbarukan

Mantan Mensos RI itu mengatakan keuntungan menjadi desa devisa adalah mendapatkan dukungan pembiayaan, perluasan akses pasar serta desain baru dari LPEI yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas desa tersebut. Sehingga dampaknya akan bisa dirasakan langsung oleh pelaku industri kreatif warga setempat.

Selain bantuan pembiayaan, desa devisa juga akan mendapatkan pendampingan guna meningkatkan nilai jual dari produk yang dihasilkan desa devisa tersebut. Di antaranya didatangkan desain untuk membantu mendesain produk sesuai dengan permintaan pasar dari negara tujuan. Juga akan dibantu dalam perluasan akses marketnya.

“Bulan Maret ini mudah-mudahan LPEI pusat akan datang ke Jatim lagi untuk melakukan assesmen. Jadi semua proses sampai persetujuan desa devisa adalah oleh LPEI pusat atas usulan Disperindag provinsi, Disperindag provinsi akan mengajak dulu tim LPEI Jatim,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Novotel Samator Hotel Gelar Close to Me Vol.2 untuk Pernikahan Idaman

Guna masuk usulan desa devisa maka sebuah desa harus memenuhi beberapa kualifikasi yang ditetapkan LPEI. Di antaranya memilki produk yang unik, memiliki produk mandiri, terdapat beberapa pengrajin dalam desa tersebut, dan pengrajinnya telah ada dalam satu asosiasi.

Di sini Gubernur Khofifah berharap agar Desa Minggirsari ini bisa mendapatkan persetujuan dari LPEI pusat sebagai desa devisa. Pasalnya kendang Jimbe ini sesungguhnya telah merambah pasar mancanegara di China dan sedang mencoba pangsa pasar di Brazil.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga mengungkapkan bahwa jika mendapatkan approval dari LPEI, maka berkesempatan Go Internasional melebarkan sayap market ke negara lainnya.

Karena bersamaan dengan berlangsungnya agenda G20 di Indonesia mulai Maret sampai akhir tahun maka akan banyak peluang pasar yang bisa didapatkan.

Berita Menarik Lainnya:  Lantik Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator, Bupati Malang Minta Camat Sukseskan Program Pemkab

“Karena ini bisa langsung didisplay di G20, jadi yang sudah masuk kategori desa devisa kesempatan utamanya adalah produknya didisplay di dalam pertemuan G20,” ungkapnya.

“Kita harapkan akan menjadi pasar baru bagi seluruh pelaku industri kreatif termasuk kendang Jimbe,” imbuhnya.

Sementara itu, Basuki, pemilik CV Maharani Abadi produsen kendang Jimbe berterima kasih produknya diusulkan ke LPEI. Ia menuturkan bahwa selama ini ia tidak pernah mengeluh jika menemui kendala.

“Andaikan ini nanti ada program ini, Saya berterima kasih kepada ibu Gubernur,” Kata Basuki.

Sebagai informasi, Jimbe asal Blitar ini dibuat memakai bahan dasar kayu mahoni. Produksi harian CV Maharani Abadi mencapai 125 unit kendang dengan 14 orang pekerja. Selama pandemi hanya mampu mengeskpor 1 kontainer, padahal sebelumya bisa mencapai 8 kontainer per hari.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280