Emil dan Gen Emil Asyik di Lamongan, Simak Ada Apa ?

Wagub Emil
Foto bersama Wagub Emil saat memperingati Hari Lingkungan Hidup bersama Komunitas Generasi Emas Milenial (Gen Emil) di Kabupaten Lamongan
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-LAMONGAN – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memiliki cara tersendiri untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup (LH) se Dunia 5 Juni, bersama Komunitas Generasi Emas Milenial (Gen Emil) di Kabupaten Lamongan, Minggu (5/6).

Di Kabupaten yang masuk Gerbangkertosusila ini memiliki sistem pengolahan sampah yang unik diberi nama Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) ‘Sampahku Tanggung Jawabku’ (Samtaku).

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Di sini, Wagub Emil dulunya meresmikan TPST Samtaku akhir 2020. Kini, TPST Samtaku langsung meraih anugerah penghargaan Top 30 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur pada 2021.

Di TPST Samtaku Lamongan, Wagub Emil meninjau proses pemilahan sampah yang memberi dampak finansial bagi masyarakat, dan mempermudah sistem pengolahan limbah.

Wagub Emil memuji, impact pengolahan sampah di TPST Samtaku yang sangat positif. Hal ini sejalan dengan turut meningkatnya penanganan sampah di Kabupaten Lamongan sebanyak 77,5 persen.

Berita Menarik Lainnya:  Sinergi Kemendag Kembangkan Metrologi Legal di Bangka Barat

Beberapa barang yang dapat dihasilkan dari olahan sampah yakni botol, papan, kaos, serta pupuk kompos, kini sudah diproduksi dan hasilnya 100 ton per tahun. Olahan itu bahkan diberikan gratis kepada masyarakat.

Bertajuk Save Our Earth, For a Better Future Life, peringatan Hari LH Dunia 2022 di Lamongan juga diisi dengan pembacaan Deklarasi Lingkungan Hidup, yang berisi agar masyarakat semakin peduli untuk menjaga dan mengawal ekosistem LH di Jawa Timur.

“Selamat Hari Lingkungan Hidup. Penanganan sampah penting sekali, selama ini kita pikir buang sampah di tempat sampah, dan beres. Padahal perjalanan pengolahan sampah ini penuh keringat dan air mata. Saya berikan contoh, waktu saya masih menjabat sebagai Bupati Trenggalek, ada sebuah pasar di Trenggalek yang bahkan sampah ini mengokupasi dari tempat berjualan, karena tidak ada TPST yang terpadu,” cerita Emil.

Oleh karena itu dengan adanya sistem pengolahan sampah yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat, dirinya mengapresiasi kerjasama yang dilakukan Kabupaten Lamongan bersama dengan sektor dunia usaha, covil society, sangat luar biasa,” puji Emil.

Berita Menarik Lainnya:  Cek Mazsseeeh, Ada Malioboro di Kota Probolinggo

Lebih lanjut Emil menambahkan, pihaknya juga terkesan adanya Extended Producer Responsibility (EPR) yang dilakukan oleh pihak swasta. Dimana sistem dari EPR tersebut yakni tanggung jawab produsen yang mengatur regulasi pengelolaan kemasan khususnya bagi kemasan yang tidak dapat di daur ulang.

“Ini bentuk yang harus kita dorong dengan pelaku usaha lain, dari hulu hingga hilir,” imbuhnya.

Mantan Bupati Trenggalek ini juga menceritakan, jika TPST Samtaku Kabupaten Lamongan, kini menjadi projek percontohan TPA yang ada di Pulau Bali. Dimana akan diterapkan 0 (zero) persen residu sampah.

“Nantinya dengan RDF (teknologi pengolahan sampah melalui proses homogenizers) sisa yang tidak bisa didaur ulang akan dipadatkan menjadi pelet dan digunakan sebagai bahan pembakaran pabrik mitra di Bali. Kedepannya bisa menjadi pembangkit batu bara dicampur RDF,” terang Emil.

Terakhir, Emil juga mengapresiasi para generasi muda milenial yang memperingati Hari Lingkungan Hidup tahun ini dengan berfokus pada pengolahan sampah.

Berita Menarik Lainnya:  Income UMKM Rp.500 Juta Bruto Per Tahun Tak Kena Pajak

“Karena hal ini tidak bisa dari satu sisi pemerintah saja, dari pelaku usahanya juga penting,” imbuh Emil.

Terkait sampah pula, Wagub Emil mengingatkan Forkopimda Lamongan untuk tidak melupakan terkait penanganan banjir. Menurutnya, salah satu penyebabnya ialah sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai.

“Perlu juga ada sosialisasi bagi rumah tangga yang tinggal disekitaran sungai, apabila airnya naik, susah untuk mengalir karena ada beberapa yang digunakan untuk keramba, yang kasihan dan terdampak adalah kita semua,” pesan Emil.

Di kesempatan yang sama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menambahkan, secara bertahap 2 tahun terakhir Kabupaten Lamongan dapat mengurangi volume sampah di kisaran 15 hingga 20 persen.

“Dengan adanya TPST ini sampah diurai, sangat membantu sekali. Di tahun ini TPST akan juga direplikasi untuk wilayah Babat dan Paciran. Tentu dengan kunjungan Mas Emil kita berharap adik-adik generasi milenial ikut bersama-sama berkolaborasi untuk menjaga lingkungan kedepan. Mari kita selamatkan bumi untuk kehidupan lebih baik,” ujar Bupati Lamongan.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280