Tingkatkan Kualitas Guru Ngaji, Bupati Buka Acara FGD bersama DRD

Bondowoso, Beritabangsa.com – KH. Salwa Arifin Selaku Bupati Bondowoso yang didampingi oleh Sekda Syaifullah S.E, M.Si , membuka acara FGD (Forum Grup Discussion) bersama Dewan Riset Daerah (DRD) Bondowoso, dan Guru Ngaji di aula pendopo, Kamis (28/02/2020).

Peran Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso dalam meningkatkan kualitas SDM guru ngaji melalui pelatihan dan pembinaan. Sedikitnya ada 32 perwakilan guru ngaji dari berbagai daerah kota Tape.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Bupati Bondowoso, mengatakan untuk meningkatkan SDM ribuan guru ngaji menjadi sangat penting. Karena memang ada bermacam-macam metode cara mengajar yang digunakan oleh guru ngaji. Yakni menggunakan metode mengajar membaca Al Qur’an dengan cara modern maupun tradisional.

Berita Menarik Lainnya:  Cetak Bibit Unggul, Dennis Promotion Gelar Audisi Bintang Iklan

Untuk penyempurnaan metode yang ada ini dilakukan diskusi bersama, tak lain agar ada kesamaan. Sehingga manakala ada generasi muda mengaji di masjid yang satu dengan yang lain, memiliki waktu yang sama dalam meningkatkan kemampuan membaca Al Qur’an.

Saya ingin ada kesamaan. Tapi bukan berarti kita menafikan metode yang lama,” tutur pengasuh PP Mambaul Ulum itu.

Bupati Salwa mengapresiasi terhadap guru ngaji yang dinilainya bukan hanya mengajarkan cara membaca Al Qur’an. Namun juga memberikan pembinaan akhlak, dan pendidikan karakter. Karena itulah, pemberian insentif guru ngaji yang nilainya Rp 1,5 juta per tahun, dinilainya masih perlu ditingkatkan lagi.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Salwa Tinjau Langsung Inovasi Pelayanan Sekarputih Pintar

Mungkin tolong Pak Sekda ada peningkatan lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DRD Kabupaten Bondowoso, M. Tahir menjelaskan, bahwa muncul keluhan beberapa bulan sebelumnya terkait metode mengajar ngaji. Dimana dari 5.435 guru ngaji di Bondowoso, metode mengajar ngaji yang digunakan berbeda-beda. Dan juga, di era majemuk ini penting sekali untuk menjadi bagian dalam mengawal dan menjaga Al Qur’an melalui proses belajar mengajar di Musholla dan Masjid.

Saat ini banyak metode baru yang sudah dikembangkan. Sehingga percepatan pemahaman dan pembacaan Al Qur’an bisa disaksikan di Bondowoso,” papar M. Tahir dalam sambutannya.

Berita Menarik Lainnya:  Di Tengah Pandemi, Ini Pesan Dakwah Fatayat NU Surabaya di Bulan Muharram

Ditempat yang sama, KH Dr Mas’ud Ali yang merupakan salah satu Anggota DRD menyampaikan, bahwa niat yang dilakukan oleh guru ngaji adalah sebuah bentuk ketulusan dan keikhlasan, hal ini yang perlu ada apresiasi dari pemerintah daerah.

Saya tentu berharap sekalipun ada upaya dari pemerintah untuk menaikkan insentif atau penghargaan bagi para guru ngaji itu, tidak menghilangkan nilai-nilai keikhlasan bagi guru ngaji kepada anak-anak kita,” ungkap salah satu Pengurus Nahdlatul Ulama Bondowoso itu.

Reporter : Muslim

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *