PWI Jatim Gelar Bukber Anak Yatim dan Dhuafa, Berharap Masuk 4 Golongan yang Dirindukan Surga

PWI Jatim Gelar Bukber Anak Yatim dan Dhuafa, Berharap Masuk 4 Golongan yang Dirindukan Surga
Tampak ketua PWI Jatim Lutfil Hakim memberikan santunan kepada anak yatim.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA- Ada empat golongan yang dirindukan Surga.
Dalam kitab Raunaqul Majalis menyebut adanya 4 golongan manusia yang dirindukan surga yaitu Taalil-Quran (pembaca Alquran), Wa haafizhul-Lisan (orang yang menjaga lisannya), Wa muth’imul-ji’aan (orang-orang yang memberi makan pada yang kelaparan) dan Wa shoimiin fii syahri Romadhon (orang yang berpuasa di bulan Ramadan).

Demikian diungkapkan Ustaz Joko Tetuko, Ketua Dewan Kehormatan PWI Jatim saat memberikan tausiah di acara buka puasa bersama dengan anak yatim dan dhuafa, di ballroom PWI Jatim, Jalan Taman Apsari, Kota Surabaya, Selasa (26/4/2022) sore.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Dandim 0820 Probolinggo Ngopi Bareng Wartawan

Menurutnya, langkah program PWI Jatim itu diharapkan menjadi ikhtiar yang masuk salah satu golongan kategori yang dirindukan Surga.

Kata Ustaz Joko Tetuko, menjadi nilai lebih dari tugas wartawan selama ini selain harus selalu menyampaikan segala sesuatu yang benar. Apapun, kapanpun dan dimanapun berita yang terjadi. Meskipun kebenaran itu bisa dilihat dari berbagai sudut pandang dan kepentingan.

“Kebenaran memang bisa disalahkan tetapi kebenaran tidak bisa dikalahkan,” tandasnya.

Memasuki hari ke-25 puasa Ramadan, sejumlah wartawan, pengurus harian dan undangan hadir.

Kepedulian wartawan PWI Jawa Timur dan daerah pun ada yang hadir menyertai kedatangan 30 yatim piatu dan dhuafa yang akan menerima paket bingkiasan dari Pengurus PWI Jatim.

Ads

“Saya sangat berterima kasih diundang buka puasa PWI Jatim, dapat bingkisan lagi. Semoga Allah memberi keselamatan kepada kita semua. Terima kasih,” ujar Rafli, salah satu anak yatim piatu dari Gunung Anyar Surabaya.

Berita Menarik Lainnya:  Jelang Pelantikan, Ansor Jatim Laporkan Persiapan ke PWNU

Rafli sebelumnya sempat melihat video perjalanan seorang wartawan dari Belanda kelahiran Indonesia, Bud Wichers, ketika meliput perang Rusia-Ukraina, di acara sebelumnya.

Dia mengaku betapa berbahayanya profesi wartawan namun juga menjadi tantangan yang mengasyikkan. “Ngeri juga menjadi wartawan perang, tetapi asyik juga sih,” katanya.

Sementara Ustaz Muzaki, pengasuh yatim piatu dan dhuafa dari Gunung Anyar Surabaya, menjelaskan, amalan yang dilakukan pengurus PWI Jatim seperti ini sangat bermanfaat dan sudah sepatutnya dilanjutkan secara kontinyu.

Ads

“Bahkan kalau bisa tidak hanya di Bulan Ramadan saja, karena dalam kondisi sekarang ini yang dibutuhkan adalah kepedulian dari sesama,” ujarnya.

Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, menjelaskan, tradisi buka puasa bersama yatim piatu dan dhuafa ini akan berusaha dilaksanakan setiap Bulan Ramadan.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Asahan Sambut Gubernur dan Forkopimda Sumut

“Tetapi untuk berbagi sesama, seperti yang diharapkan Ustad Muzaki, akan berusaha kita lakukan setiap ada kesempatan dan ada dananya. Kita tidak menutup mata,” tegasnya.

Menurut Lutfil, prinsip hidupnya adalah saling tolong menolong, terutama bagi yang membutuhkan. “Bahkan tidak perlu sampai orang yang membutuhkan tersebut minta tolong, jika kita mengetahui ada yang membutuhkan kita harus membantu,” tandas pria yang mantan wartawan ekonomi itu.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab dipanggil Cak Item itu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus PWI Jatim yang membantu berlangsungnya acara buka puasa bersama yatim piatu dan dhuafa, serta para partisipan, seperti Bupati Ponorogo, Anggota DPRD Jatim, Freddy Purnomo, Pengacara Ahmad Riyad dan beberapa rekan yang lain. “Semoga amalan beliau-beliau dicatat Allah SWT,” tegasnya.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800