Ponpes Roudlotul Ulum I Suramadu Gelar Kajian Kitab ‘Hujjah Ahlussunah wal Jama’ah’ Karya Kyai Ali Maksum

Keterangan foto: Suasana kajian kitab Hujjah Ahlussunah wal Jamaah karya Rois am PBNU tahun 1980-1984, KH Ali Maksum, Krapyak-Yogyakarta.
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Bangkalan – Sebagai pesantren yang menjadi pusat kajian Aswaja an Nahdliyah di Pulau Madura, pondok pesantren Roudlotul Ulum I Suramadu menggelar kajian kitab Hujjah Ahlus Sunnah wal Jamaah karya KH. Ali Maksum, krapyak-yogyakarta.

kajian kitab karya Rois am PBNU tahun 1980-1984 tersebut sebagai upaya pesantren untuk mengorbit para santri tentang pemahaman Ahlussunah wal Jamaah secara detail.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Harapan Kabiro Kepesantrenan Nurul Huda Surabaya Pada HUT ke-76 RI

Pengasuh pondok pesantren Roudlotul Ulum I Suramadu, KH. Makruf Khozin menyebut kajian kitab Hujjah Ahlussunah wal Jamaah ini menjadi kurikulum wajib bagi santri untuk menguatkan pengembangan paham Ahlussunah wal Jama’ah sejak dini.

Sebab, para santri dan alumni pesantren selalu menjadi sasaran kelompok wahabi untuk membid’ah-bid’ahkan Amaliyah warga Nahdliyyin.

“Kajian ini sebagai pembekalan untuk santri yang ada dipesantren. Karena selama ini yang kerap kali terjadi pembid’ah an di tengah masyarakat itu biasanya terjadi kepada para alumni pesantren,” kata KH. Makruf Khozin, Pengasuh Ponpes Roudlotul Ulum I Suramadu.

Berita Menarik Lainnya:  Lazisnu Sawahan Bersama JPZIS Santuni Anak Yatim

KH. Makruf Khozin menuturkan dipilihnya kajian kitab Hujjah Ahlussunah wal Jamaah karya Rois am PBNU, KH. Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta tersebut, karena isi dari pada kitab tersebut sesuai dengan kondisi amaliyah masyarakat yang ada di Indonesia.

“Keterangan yang ditulis KH. Ali Maksum dalam kitab Hujjah Ahlussunah wal Jama’ah ini sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. Sehingga kitab ini sangat mudah sekali dipahami oleh para santri dan masyarakat,” tutur Direktur Aswaja NU Center PWNU Jatim.

Berita Menarik Lainnya:  BPJPH Tegaskan Penerbitan Sertifikasi Halal Kewenangan Kemenag

Diharapkan, pedalaman nilai ke aswaja-an tersebut mampu mengorbit dan melahirkan para santri yang mampu berargumentasi dalam mempertegas amaliyah Ahlussunah wal Jamaah an Nahdliyyah di tengah masyarakat.

“Saya berharap dikemudian hari, para santri dapat terus membentengi amaliyah-amaliyah an Nahdliyah dari serangan kelompok wahabisme,” pungkas Ketua Fatwa MUI Jatim tersebu.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280