Nobar Jejak Langkah 2 Ulama, Ning Lia: Film ini Banyak Pesan Moral yang Bisa Diambil

Foto : Cawali Surabaya Ning Lia dengan Camelia Habiba dan Gamal

Surabaya, Beritabangsa.com – Nobar Film ‘Jejak Langkah 2 Ulama‘ dimulai pada Senin (10/2/2020) di Hotel Grand Kalimas, Jl. KHM Mansyur. Banyak tokoh hadir dalam acara tersebut, bahkan diantaranya dari Pendiri Nahdlatul Ulama’, Cucu Kiai Hasyim Asyari, Gus Fahmi dan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, Dr. H. Mahsun Djayadi, M.Ag dan Prof Sahid.

Dari pantauan media, nobar yang berlangsung sejak tanggal 10 – 14 Februari, juga dihadiri kandidat yang masuk bursa Pilwali Surabaya 2020 seperti diantaranya Lia Istifhama, Camelia Habiba dan Gamal.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Menurut Ning Lia, Film tersebut banyak pesan moral yang bisa diambil, khususnya generasi milenial yang sudah mulai lupa dengan sejarah perjalanan dan biografi kedua Tokoh Ulama pendiri Bangsa ini.

Salah satunya yang disampaikan oleh KH Ahmad Dahlan, yaitu memasukkan benang di dalam jarum, ketika benang sudah berhasil masuk, maka dapat dirajutlah kain. Hal ini seperti halnya sebuah ikhtiar, harus sabar. Meski sulit, tapi ketika sudah berhasil melewati kesulitan, maka semua menjadi mudah. Kiai Hasyim Asy’ari dan Kiai Wahab Hasbullah juga mengajarkan pentingnya sikap tawadlu’ dan ibadah ubudiyah,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  Hisan Surabaya Rutin Yasin, Istighasah, dan Santunan

Film ini juga menunjukkan sebuah keharmonisan atas perbedaan, yaitu kultur NU dengan Muhammadiyah. Yang jelas banyak nilai pesan moralnya. Anak muda jika tidak nobar Film ini sangat rugi,” tambahnya.

Sementara Mahsun Djayadi mengatakan, film ini menggambarkan kedua Tokoh yang sangat inspiratif. Kiai Hasyim Asyari dan Kiai Ahmad Dahlan mempunyai karakter dan visi misi yang sama.

Kedua Tokoh ini berasal dari Pendidikan yang sama dan mempunyai visi misi yang sama. Beliau berdua melakukan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan pendekatan Agama,” katanya.

Kemudian, lanjut Mahsun Djayadi, pemutaran film ini telah membuka sejarah yang selama ini ditengarai disembunyikan oleh beberapa oknum. Bahwa seakan-akan mendirikan NKRI tidak mempunyai makna.

Berita Menarik Lainnya:  Nobar Jejak Langkah 2 Ulama, Tokoh NU dan Muhammadiyah Berpesan Jaga Persatuan Umat Islam

Hal inilah yang kemudian menjadi betapa pentingnya persatuan umat islam, terutama antara NU dan Muhammadiyah yang turut andil berperan, berjuang menegakkan NKRI,” imbuhnya.

Sedangkan Gus Fahmi mengatakan film ini secara umum menggambarkan dua sosok Ulama’ besar. Bukan menggambarkan dua organisasi NU dan Muhammadiyah.

Dua sosok Ulama’ besar ini sangat menggambarkan karakter yang sangat kuat dan berintegritas. Beliau berdua mengenyam pendidikan yang sama, pernah berguru ke Kiai Sholeh Darat hingga ke Makkah berguru ke Syekh Khotib Minangkabawi,” ucap salah satu cucu Kiai Hasyim Asyari ini.

Kiai Hasyim menekankan pendidikan lewat pesantren, sedangkan Kiai Achmad Dahlan di bidang pendidikan formal. Kedua pendidikan ini harus diakui, merupakan pondasi negeri ini,” tambah Gus Fahmi.

Foto : Ning Lia dengan Gus Fahmi, Mahsun Djayadi dan Gus Yusub

Gus Fahmi berharap dengan diputarnya film ini, masyarakat secara umum, khususnya NU dan Muhammadiyah bisa mengambil pelajaran, bahwa perjalanan kehidupan kedua Tokoh ini luar biasa.

Masyarakat bisa mengambil hikmah dari beliau berdua yang luar biasa perannya dalam pendidikan dan perjuangannya untuk NKRI. Jika ada yang berbeda dari beliau hanya sebatas perbedaan pandangan dan itu sudah biasa,” harapnya.

Berita Menarik Lainnya:  Sukses Sulap Gedung Perpustakaan Lumajang Bernuansa Vintage, Pameran Tuai Pujian

Di tempat yang sama, Dewi Winarti, ketua PW Fatayat Jatim, menjelaskan film ini mengajarkan betapa pentingnya membangun persamaan, “Bukannya malah mempertajam perbedaan,” tandasnya.

Sementara Panitia Nobar, Gus Yusub Hidayat sangat bersyukur pengunjung hari pertama membludak. Namun dirinya masih memberi kesempatan kepada masyarakat, khususnya Kader NU dan Muhammadiyah, pasalnya masih tersisa tiga hari lagi.

Kebetulan untuk hari perdana ini, pengunjung Alhamdulillah full. Bahkan dari Ning Lia, tadi siang sudah mengajak relawannya nobar film ini,” ujar Gus Yusub Hidayat yang juga dikenal sebagai ketua Benteng Lia.

Tadi Film ini juga dibuka dengan sambutan dari ketua PCNU Surabaya, Kiai Muhibbin Zuhri. Respon beliau bagus dan yang lain saya lihat bagus semua responnya,” pungkasnya. (Ais/red)

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *