Niat Puasa Ramadan Cukup Sekali atau Setiap Malam ?

KH Abdul Wadud Nafis Ketua Yayasan Kiai Syaifudin, Wonorejo, Lumajang
KH Abdul Wadud Nafis Ketua Yayasan Kiai Syaifudin, Wonorejo, Lumajang
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COMOrang yang melaksanakan ibadah puasa Ramadan diwajibkan niat puasa pada malam hari, sejak terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar. Orang yang berpuasa Ramadan, yang tidak berniat berpuasa Ramadan, maka hukum puasanya tidak sah.

عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْه

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Menjawab Tantangan Trader Muslim lewat Sharia Online Trading System (SOTS)

Dari Umar, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.” (HR. Bukhari)

Ads

Yang menjadi pertanyaan, Apakah melaksanakan niat puasa Ramadan cukup satu kali dalam satu bulan Ramadan, dilaksanakan pada awal bulan Ramadan atau wajib niat puasa Ramadan setiap malam?

Ulama beda pendapat tentang hukum niat puasa Romadhon, menurut mazhab Maliki: niat puasa Romadhon cukup satu kali dalam satu Ramadan dan dilaksanakan di awal bulan Ramadan. Karena puasa Ramadan satu kesatuan dalam satu bulan dan tidak terpisahkan hari per hari, maka karena itu niat puasa cukup satu kali selama bulan Ramadan dan dilaksanakan di awal bulan Ramadan.

Ads

Menurut mazhab Hanafi, Syafi’i dan Hambali: niat puasa Ramadan wajib dilaksanakan setiap malam. maka karena itu apabila ada orang yang berpuasa hanya berniat pada awal Ramadan dan tidak melaksanakan niat puasa Ramadan setiap malam, maka hukum puasanya tidak sah, baik tidak berniat karena sengaja maupun karena lupa. Karena puasa Ramadan terpisah dari hari ke hari, bukan satu paket dalam satu bulan, hal ini inokulum dengan bukti bahwa, orang yang berpuasa di awal Ramadan lalu di tengah-tengah bulan Ramadan ada uzur, misalnya haid atau nifas, maka boleh tidak berpuasa dan kemudian setelah uzurnya hilang boleh meneruskan puasa kembali.

Berita Menarik Lainnya:  Cendekiawan Muslim Sayyid Basyim Al Athos Kunjungi PP Roudlotul Ulum I Suramadu

Atau pada awal Ramadan ada uzur karena sakit atau musafir, lalu di tengah Ramadan hilang udzurnya, maka boleh melaksanakan ibadah puasa Ramadan dan meneruskannya sampai akhir Ramadan.

“الموسوعة الفقهية” (40/ 275)
Wallahu a’lam bish-shawab

*) KH Abdul Wadud Nafis Ketua Yayasan Kiai Syaifudin, Wonorejo, Lumajang

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800