Di Bulan Ramadan Ada Surga

Nanang Samsul Hudah Seorang ustadz di Masjid Al Huda di Jalan Semarang Surabaya
Nanang Samsul Hudah Seorang ustadz di Masjid Al Huda di Jalan Semarang Surabaya
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM Sesungguhnya segala puji hanya kepunyaan Allah SWT yang kita semua memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, dan memohon ampun kepada-Nya.

Barangsiapa diberi petunjuk oleh-Nya, maka tak siapapun dapat menyesatkannya, dan barangsiapa disesatkan oleh-Nya, maka tiada satupun dapat menunjukkannya.

Bacaan Lainnya

“Saya bersaksi tidak ada ILAH yang patut dijadikan Tuhan melainkan ALLAH SWT, dan Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan utusan-Nya,” ungkapnya.

Allah SWT berfirman didalam Al Qur’an s. Ibrahim ayat 7 ” La in syakartum la aziidannakum…”
apabila kamu bersyukur atas nikmatKU maka akan Aku tambah nikmat itu…

Maka tidak ada lagi kalimat indah yang layak diucapkan oleh seorang beriman, kecuali ucapan syukur yang tidak ada henti- hentinya, terlebih lagi di saat sekarang ini di bulan Ramadan, bulan di mana kita diwajibkan untuk melaksanakan ibadah shaum (puasa) menahan lapar dahaga dan segala keinginan hawa nafsu.

Berita Menarik Lainnya:  Ketua Fatwa MUI Jatim Dirikan Ponpes di Madura Untuk Memfilter Budaya Perkotaan

Untuk apa ? untuk menyusahkan kita ? jelas TIDAK.

Untuk menguji kita ? juga bukan, tetapi Allah SWT hendak memberikan pangkat derajad yang tinggi kepada hamba-Nya yang dicintai yakni orang orang beriman, perhatikan panggilan Allah SWT kepada orang yang diperintah untuk berpuasa.

Allah SWT memanggil dengan sebutan “wahai” seseorang yang dicintai, yang disanjung, yang dipuja, yang dibanggakan… pasti diberi sebutan “wahai’

Allah berfirman di dalam surat Al-Baqoroh ayat 183 : “Wahai orang orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu sekalian menjadi orang yang bertaqwa”

Berita Menarik Lainnya:  Tingkatkan Syiar di Era Digital, DKM Al Haq Teken MoU Bersama PT Media Jaya Lestari

Perhatikan panggilan Allah kepada hamba-Nya yang diperintah berpuasa, ini merupakan bentuk penghormatan, cinta, sanjungan, kebanggaan Allah kepada hamba yang beriman. Itu yang pertama.

Yang kedua, perhatikan akhir kalimat dari ayat tersebut di atas “agar kamu sekalian menjadi orang yang bertaqwa”

Rupanya ini inti dari maksud dan tujuan Allah memerintahkan kita berpuasa, yaitu menjadi manusia bertaqwa.

Apa dan kenapa dengan “taqwa” ?
Subhanallah, ternyata taqwa merupakan kunci dari segala kesuksesan.

Orang yang bertaqwa akan menjaga segala tingkah laku agar tidak salah atau menyimpang dari ajaran Allah dan Rasulnya, maka dia akan selamat dari kesesatan.

Orang yang bertaqwa akan menjauhi segala larangan Allah dan rasul-Nya, maka dia selamat dari murka Allah.
Orang yang bertaqwa akan memelihara sikap welas asih kepada sesama makhluk, maka dia terpelihara dari segala permusuhan dan kejahatan.

Berita Menarik Lainnya:  Jalan Protokol Pasar Mereng Sei Dadap ke Desa Sei Kamah Bak Kubangan Kerbau

Sari semua perilaku orang yang bertaqwa itu ternyata balasannya adalah surga-Nya Allah, maka di bulan Ramadan ini kita sangat berkesempatan untuk mengaplikasikan perilaku mulia yang bernilaikan surga.

Itulah perilaku orang-orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Bulan suci Ramadan adalah bulan syurga di mana setiap perilaku baik mengarah pada ketaqwaan, ketaqwaan mengarah kepada Surga

Allah berfirman dalam Alquran Adz Dzariyat 15 :
“Innal muttaqiina fii jannati wa ‘uyuun ”
Sesungguhnya orang orang yang bertaqwa berada di dalam surga yang ada mata air mata airnya….
wallahu a’lam bishshowab

Semoga di dalam bulan ramadan ini kita senantiasa diberikan kekuatan iman dan disehatkan hingga ramadhan yang akan datang. wallahu muwafiq ilaa aqwami thoriq.

alfakir

*) Nanang Samsul Huda Seorang ustadz di Masjid Al Huda di Jalan Semarang Surabaya

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280