Bercumbu dengan Istri di Bulan Ramadan Batalkan Puasa?

Abdul Wadud Nafis Ketua Yayasan Kyai Syarifuddin, Wonorejo, Lumajang
Abdul Wadud Nafis Ketua Yayasan Kyai Syarifuddin, Wonorejo, Lumajang
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM Orang yang berpuasa di bulan Ramadan tidak diperbolehkan melakukan hubungan suami istri, karena hal ini dapat membatalkan puasa, yang menjadi pertanyaan bagaimana hukum orang yang bermesraan dengan istrinya?

Orang yang berpuasa dan bercumbu dengan istrinya pada siang hari di bulan Ramadan ada dua macam, ada yang hukumnya makruh dan ada yang hukumnya haram dan membatalkan puasa.

Bacaan Lainnya

Pertama, orang yang berpuasa dan bercumbu dengan istrinya pada siang hari di bulan Ramadan, tapi tidak melakukan hubungan suami istri dan tidak sampai menimbulkan bangkitnya syahwat, yang dapat menyebabkan keluar air mani, maka hukumnya makruh dan tidak membatalkan puasa.

Hari ini berdasarkan dua hadis, yang pertama lewatkan Imam Abu Daud dan Imam Ahmad:
أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمُبَاشَرَةِ لِلصَّائِمِ فَرَخَّصَ لَهُ وَأَتَاهُ آخَرُ فَسَأَلَهُ فَنَهَاهُ فَإِذَا الَّذِي رَخَّصَ لَهُ شَيْخٌ وَالَّذِي نَهَاهُ شَابٌّ

Berita Menarik Lainnya:  Apa Hukum Makan Sahur Lebih Awal Bakda Salat Tarawih?

“Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai cumbuan orang yang berpuasa, lalu beliau memberikan keringanan kepadanya. Dan ada orang lain datang kepada beliau dan bertanya mengenai hal yang sama, lalu beliau melarangnya.

Ternyata orang yang beliau beri keringanan adalah orang yang sudah tua, sedangkan orang yang beliau larang adalah orang yang masih muda.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)

Ads

Hadis yang kedua lewatkan Imam Bukhari dan Muslim;
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ هَشَشْتُ يَوْمًا فَقَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ صَنَعْتُ الْيَوْمَ أَمْرًا عَظِيمًا قَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتَ لَوْ تَمَضْمَضْتَ بِمَاءٍ وَأَنْتَ صَائِمٌ فَقُلْتُ لَا بَأْسَ بِذَلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفِيمَ
Umar Bin Khattab mengatakan, “Pada suatu hari hasratku (syahwatku) bergejolak, kemudian mencium (istri) padahal aku sedang berpuasa, maka aku datang menemui Rasulullah SAW. Aku mengatakan hari ini aku melakukan suatu perbuatan (kesalahan) yang besar, aku mencium (istri) padahal sedang berpuasa.”

Ads

Rasulullah SAW menjawab, “Apa pendapatmu apabila kamu berkumur-kumur dengan air padahal kamu sedang berpuasa?” Umar Bin Khattab menjawab, “Hal itu tidak mengapa (tidak membatalkan puasa).” Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Lalu di mana masalahnya?” (Musnad Ahmad).

Berita Menarik Lainnya:  Amankan Mudik Lebaran, Polres Probolinggo Gelar Apel Pasukan hingga Siapkan Posko

Kedua, orang yang berpuasa dan bercumbu dengan istrinya batal puasanya apabila sampai melakukan hubungan suami istri, karena orang yang berpuasa tidak boleh melakukan hubungan suami istri, atau keluar mani yang disebabkan melakukan hal-hal yang mendorong bangkitnya (istimna’), misalnya bercumbu dengan istrinya.

Hal ini berdasarkan hadits Imam Bukhari yang datangnya dari Abu Hurairah:

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: هَلَكْتُ، وَقَعْتُ عَلَى أَهْلِي فِي رَمَضَانَ، قَالَ: أَعْتِقْ رَقَبَةً قَالَ: لَيْسَ لِي، قَالَ: فَصُمْ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ: لاَ أَسْتَطِيعُ، قَالَ: فَأَطْعِمْ سِتِّينَ مِسْكِينًا

Artinya: Abu Hurairah meriwayatkan, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ﷺ lantas berkata, “Celakalah aku! Aku mencampuri istriku (siang hari) di bulan Ramadan. Beliau bersabda, “Merdekakanlah seorang hamba sahaya perempuan.” Dijawab oleh laki-laki itu, “Aku tidak mampu.” Beliau kembali bersabda, “Berpuasalah selama dua bulan berturut-turut.” Dijawab lagi oleh laki-laki itu, “Aku tak mampu.” Beliau kembali bersabda, “Berikanlah makanan kepada enam puluh orang miskin,” (HR al-Bukhari).

Berita Menarik Lainnya:  Awas Wabah PMK, 7 Sapi di Probolinggo Jadi Korban !

Hadis ini menegaskan bahwa orang yang melakukan hubungan suami istri pada siang hari di bulan Ramadan dapat membatalkan puasa dan haram hukumnya melakukan hal-hal yang mendorong bangkitnya syahwat dan apabila keluar air mani disebabkan melakukan hal-hal yang membangkitkan syahwat maka puasanya batal.

Wallahu a’lam bishawab.

*) Abdul Wadud Nafis Ketua Yayasan Kyai Syarifuddin, Wonorejo, Lumajang

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800