Apa Hukum Makan Sahur Lebih Awal Bakda Salat Tarawih?

KH Abdul Wadud Nafis Ketua Yayasan Kiai Syaifudin, Wonorejo, Lumajang
KH Abdul Wadud Nafis Ketua Yayasan Kiai Syaifudin, Wonorejo, Lumajang
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM Orang yang melaksanakan puasa Ramadan disunahkan makan sahur, karena mempunyai beberapa manfaat. Manfaat yang pertama mendapatkan barokah dari Allah Subhanahu Wa ta’ala. Barokah adalah mendapatkan kebaikan berlimpah dari Allah SWT. .

Manfaat kedua, yaitu orang yang sahur tersebut akan lebih kuat dalam melaksanakan ibadah puasa, sehingga ketika siang hari bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari seperti mengajar, mencari nafkah, berjuang di jalan Allah dan lain sebagainya.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Cendekiawan Muslim Sayyid Basyim Al Athos Kunjungi PP Roudlotul Ulum I Suramadu

Anas bin Malik Ra, berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR Bukhari).

Maka hendaknya orang yang berpuasa di bulan Ramadan makan sahur, agar mendapatkan barokah dari Allah SWT.

Lalu kapan waktu sahur yang baik?

Rasulullah melaksanakan sahur pada waktu akhir malam hari, kira-kira 30 menit sebelum terbitnya fajar.

Dalam sebuah hadis, dari Abdullah bin Al Harits dari seorang sahabat, Rasulullah SAW, berkata, “aku masih menemui Nabi Muhammad SAW saat makan sahur,. Kami makan sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian beliau salat. Aku tanyakan (kata Anas): Berapa lama jarak antara azan dan sahur Rasulullah? ia menjawab, “Kira-kira 50 ayat membaca Alquran,” (HR Bukhari Muslim).

Berita Menarik Lainnya:  Simak Hal-hal yang Merusak Pahala Puasa Ramadan

Berdasarkan hadis ini yang paling utama makan sahur adalah di pertengahan malam terakhir, menjelang terbitnya fajar.

Hal itu agar manfaat sahur berpengaruh di pagi harinya. Kondisi fisik tetap stabil dan energik, sehingga mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari, dan lebih dari itu mendapat berkah dari Allah SWT.

Apabila ada seseorang makan sahur lebih awal, misalnya bakda salat tarawih langsung, hukumnya boleh dan mendapatkan keutamaan makan sahur. Namun tak sempurna seperti makan sahur menjelang terbitnya fajar, karena tidak melaksanakan sunah Nabi Muhammad SAW. Bahkan tidak mendapatkan keutamaan pertigaan sepertiga malam termasuk energi untuk aktivitas di pagi hari.

Berita Menarik Lainnya:  H-3 Finish Lomba Logo HUT Pemprov ke-77

Hukum diperbolehkannya makan sahur di awal malam berdasarkan kelaziman, dalam hadis Nabi yang memerintahkan makan sahur dan tidak ada ketentuan waktunya.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda:
مَنْ أَرَادَ أَنْ يَصُومَ فَلْيَتَسَحَّرْ بِشَىْءٍ
Artinya: “Barangsiapa ingin berpuasa, maka hendaklah dia bersahur,” (HR Ahmad)

Wallahu a’lam bish shawab

*) KH Abdul Wadud Nafis Ketua Yayasan Kiai Syarifuddin, Wonorejo, Lumajang

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280