Hadiri Acara Mengenang 40 Hari Wafatnya Gus Sholah, Ning Lia: Gus Sholah Sosok yang Egaliter

Surabaya, Beritabangsa.com – KH Salahuddin Wahid atau yang kerap disapa Gus Sholah menurut Ning Lia merupakan sosok yang egaliter. Gus Sholah tidak pernah membedakan seseorang baik dari sisi sosial maupun pendidikan.

Itulah yang disampaikan bakal calon wakil Walikota Surabaya tahun 2020 saat menghadiri acara Mengenang 40 hari Wafatnya dan Membaca Utuh Buku Gus Sholah Kembali ke Pesantren di Hotel Santika, Pandegiling, Kota Surabaya. Jum’at (13/3/2020) siang.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Lazisnu Kota Surabaya Bersama BPKH Distribusikan Hewan Kurban Kepada Ponpes dan Banom NU
banner 1920x1080

Berikutnya, masih kata Ning Lia, Gus Sholah adalah sosok yang terbuka dengan siapapun. Didalam buku yang ditulis Gus Sholah sendiri, berpesan kepada keluarganya untuk mengutamakan pendidikan dan membesarkan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Berarti otomatis, beliau mengajarkan kepada kita betapa pentingnya Pendidikan. Selanjutnya beliau juga memberikan teladan dari karakter Bu Nyai yang terlihat dengan keluarganya, beliau mengajarkan kepada anak, cucu dan kita harus gemar Silaturrahmi dengan sanak keluarga dan kerabat,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  Demi Suksesnya Agenda 5 Tahunan, SD Khadijah 3 Berbagi Koin Muktamar NU

Gus Sholah banyak memberikan pesan dan kesan kepada banyak orang. Hal ini sangat penting sekali adanya penguatan modal sosial dengan keluarga dan kerabat.

Disini Gus Sholah berpesan bahwa jangan sampai keluarga dan kita semua kehilangan nilai-nilai sosial. Jadi kesimpulan pesan moral Gus Sholah, keluarga merupakan sosok yang harus kita prioritaskan dan perhatikan,” jelas Ning Lia.

Selain itu, Ning Lia menuturkan bahwa Gus Sholah adalah sosok yang setia kepada satu permaisuri. Bagi dirinya yang juga seorang wanita ini adalah nilai plus dan luar biasa dari sosok Gus Sholah.

Berita Menarik Lainnya:  Carissa Jadi Muallaf Dibawah Bimbingan MDS RA Jatim

Gus Sholah ini merupakan tokoh besar luar biasa. Biasanya kalau sosok besar pasti banyak godaannya. Berarti ini kan menunjukan kesetiaan Gus Sholah kepada Bu Nyai. Ini yang bisa kita lihat juga adanya kisah cinta yang abadi dari salah satu tokoh Nahdlatul Ulama’ (NU),” pungkas perempuan yang sudah mendaftar calon Walikota Surabaya melalui PDIP dan PPP.

Reporter : Ais

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *